Review Film – Not Friends (2024)

Not Friends mengenal (bukan) teman dengan membuat film pendek

Not Friends mewakili Thailand di kategori Film Internasional Terbaik di Academy Awards ke-95. Ditulis dan disutradarai oleh Atta Hemwadee dalam debut penyutradaraannya, dan produksi GDH 559 dan Houseton Films.

Sebenarnya film ini sudah rilis di negaranya Thailand pada Oktober 2023, lalu film drama komedi ini dibawa CBI Pictures dan Klikfilm untuk rilis di bioskop Indonesia pada 24 Januari 2024.

Film ini bercerita tentang Pae (Anthony Buisseret), seorang siswa pindahan yang baru saja masuk ke sekolah barunya. Di sekolah barunya, Pae bertemu dengan Joe (Pisitphon Ekphongpisit), karena duduk bersebelahan dan ingin berteman dengannya. 

Not Friends (2024)
Pae (Anthony Buisseret) & Joe (Pisitphon Ekphongpisit) – Not Friends (2024) | © GDH 559

Pae selalu menolak ajakan Joe karena dia tidak ingin berteman dengan siapa pun. Keesokan harinya, Joe meninggal dalam kecelakaan mobil. Pae merasa bersalah karena dia tidak pernah berteman dengan Joe. 

Untuk mengenang Joe, Pae memutuskan untuk membuat film pendek tentangnya. Dalam proses pembuatan film, Pae bertemu dengan sekelompok siswa lain yang juga tertarik dengan film. Mereka bekerja sama untuk membuat film tentang Joe.

Kejujuran drama persahabatan kehidupan sekolah

Premis yang dipakai sang penulis sekaligus sutradara Atta Hemwadee sederhana dan mudah menyentuh. Dengan membuat karakter Joe meninggal, membuat karakter Pae menjadi tonggak menjalan cerita.

Not Friends (2024)
Pae memotong Ping (Tanakorn Tiyanont) – Not Friends (2024) | © GDH 559

Plot yang dimulai dengan sedikit latar belakang Pae mempermulus, pembuatan film pendek ini semakin menarik. Bergabung dengan teman sekolahnya Bokeh (Thitiya Jirapornsilp), dan kelompok komputer yang dipimpin Ping (Tanakorn Tiyanont), akan mengocok perut kalian.

Not Friends mempunyai banyak konflik yang ternyata tidak hanya membuat film mengenang Joe. Konflik susulan Pae dan Bokeh, lalu karakter lain yang terus dibuka seiring berjalannya film.

Pembuatan film yang dilakukan anak sekolah setara SMA, terasa lebih ringan dan masih menggambarkan kehidupan sekolah pada umumnya. Persahabatan dan pertengkaran di dalamnya, kegiatan-kegiatan seru semasa sekolah, lalu menghadapi kelulusan sekaligus menghadapi masuk ke universitas.

Keceriaan berkumpul berkumpul, bermain, bercanda, bahkan saling suka diperlihatkan. Dalam pembuatan film pendek, yang notabene film dari otak anak SMA, apa adanya ditambah pikiran absurd dari Pae sendiri

Not Friends (2024)
Not Friends (2024) | © GDH 559

Hal-hal mengenai kehidupan sekolah ini tampil cukup detail, sehingga kebersamaan mereka sepanjang pembuatan film pendek, terasa lebih solid dan ini menjadi senjata utama mendobrak emosi kita di beberapa bagian.

Performa gemilang para pemain

Anthony Buisseret berhasil menampilkan sosok Pae yang harus bergelut dengan masalah rumah dan sekolah. Dilema 2 masalah yang memang sering terjadi di anak sekolah, Pae jadi sosok penggerak plot luar biasa.

Not Friends (2024)
Pae, Bokeh (Thitiya Jirapornsilp), & Boom (Jirapat Siwakosit) – Not Friends (2024) | © GDH 559

Emosi Pae terasa sejak awal pindah sekolah, dan berbagai dilema pikirannya saat membuat film sampai filmnya jadi. Desakan dan beban sangat terasa di karakter Pae, yang juga berhasil dari para karakter pendukung.

Duetnya dengan Thitiya Jirapornsilp yang terakhir di film You & Me & Me, sekarang semakin matang. Melalui kematian Joe, film ini semakin kompleks dan sangat menyenangkan menikmati 2 jam 10 menit filmnya.

Mengobrak-abrik emosi penonton

Genre komedi Thailand selalu berhasil mengocok perut kita, kali ini dari sosok remaja-remaja SMA dengan semangat membuat film. Godaan-godaan pada film box office lain sebagai referensi, makin membuat kita terbahak-bahak.

Not Friends (2024)
Not Friends (2024) | © GDH 559

Kelakuan pada murid yang mungkin baru membuat film pertama kali, akan membuat kalian geleng-geleng sambil tertawa lebar. Komedi cerdas, tanpa mengejek satu objek, tapi tetap berkaitan dengan substansi hal yang ingin ditonjolkan tiap adegan.

Kekocakan Pae dan kawan-kawan, jadi hiburan sepanjang film yang mungkin juga membuat kalian berlinang air mata. Sekali lagi, kematian Joe jadi senjata cerdas untuk menggali perasaan penonton. 

Hal yang berkaitan dengan Joe mudah sekali untuk memancing air mata kita. Jadi film Not Friends akan membuat kalian banjir air mata, baik air mata tawa dan tangis.

Call back pelengkap dimensi
Not Friends (2024)
Not Friends (2024) | © GDH 559

Pembuatan film pendek jadi hal utama dalam film ini untuk mengenang Joe. Banyak hal yang akan meneteskan air mata, tapi juga mengundang senyum. Banyak hal yang bisa kita petik dari film ini.

Setelah babak pertama film, kita kan banyak tertawa gembira. Tapi mulai babak kedua, sebuah dimensi baru kehidupan Joe akan lebih terbuka. Di sini Pae melihat sudut pandang baru tentang teman sebangkunya, Joe. 

Kemunculan karakter satu demi satu, membuat kisah Joe di saat hidup semakin jelas. Hal yang sebenarnya bukan sebagai plot hole atau pertanyaan, dibelokan dengan sangat mulus dan apik.

Pembuatan film pendek menyenangkan berubah menjadi semakin haru.. Walaupun kita sudah memikirkan skenario happy ending atau sad ending, penyelesaian film Not Friends bisa dibilang luar biasa memuaskan segala pihak.



Not Friends – Movie Info

Scroll to Top