Review Series – Daredevil Born Again Season 2 (2026)

Daredevil Born Again season 2; Saat Kingpin Makin Gila, Matt Harus Main Lebih Nekat

Kalau season pertamanya sudah bikin suasana New York berasa sesak, Daredevil Born Again Season 2 datang buat bilang, “tenang, kita bisa bikin ini lebih kacau lagi.”

Season kedua ini tayang di Disney+ dari 24 Maret sampai 5 Mei 2026, terdiri dari 8 episode, dan fokus utamanya adalah Matt Murdock yang makin nekat ngumpulin sekutu buat melawan Wilson Fisk, yang sekarang bukan cuma penjahat besar, tapi juga wali kota New York lengkap dengan Anti-Vigilante Task Force (AVTF) buat memburu para vigilante.

Dengan Charlie Cox, Vincent D’Onofrio, Deborah Ann Woll, sampai comeback Krysten Ritter sebagai Jessica Jones, season ini jelas main di wilayah yang lebih liar, lebih politikal, dan lebih emosional. Season ini lebih rapat secara drama daripada season pertama. Aksinya mungkin nggak sebanyak yang bikin penonton lompat dari sofa tiap episode, tapi tensi dan rasa ancamannya lebih konsisten. 

Daredevil Born Again season 2 (2026)
Daredevil Born Again season 2 (2026) | © Disney+

Justru karena itu, season ini terasa seperti pressure cookerpelan, panas, lalu meledak di waktu yang pas. Buat fans Daredevil yang suka versi street-level MCU yang serius, pahit, dan nggak terlalu sibuk jual fan service murah, ini season yang enak banget buat dinikmati sambil mengumpat ke layar, “Matt, hidupmu kok capek banget sih?”

Plot season ini terasa seperti pelengkap yang benar-benar niat buat menutup luka-luka season pertama sambil bikin luka baru. Fisk makin bebas bergerak karena statusnya sebagai wali kota memberi dia kuasa legal, politik, dan psikologis untuk menekan warga New York.

Bukan cuma para vigilante yang jadi target, tapi juga sistem hukum, aparat, media, bahkan opini publik. Matt jadi harus bermain lebih cerdas dan lebih brutal secara strategi, karena lawannya sekarang bukan cuma bos kriminal, tapi penguasa kota yang bisa bikin kejahatan terdengar seperti kebijakan publik.

Daredevil Born Again season 2 (2026)
Daredevil Born Again season 2 (2026) | © Disney+

Di sinilah season 2 terasa lebih berliku dan lebih sengit. Matt bukan cuma memukul orang lalu selesai; dia harus menyelinap ke Red Hook, menyelamatkan tahanan Fisk, berhadapan dengan AVTF, sampai memilih kapan harus jadi Matt dan kapan harus jadi Daredevil.

Season ini bikin perjuangan Matt terasa capek, berdarah, dan kadang hopelessyang justru bikin seru, karena kemenangan kecil pun terasa mahal. 

Fokus ke Karen dan Matt, Lalu Jessica Jones Masuk Sebagai Bensin
Daredevil Born Again season 2 (2026)
Daredevil Born Again season 2 (2026) | © Disney+

Fokus ke Karen dan Matt, Lalu Jessica Jones Masuk Sebagai Bensin
Yang aku suka, season ini nggak terlalu sibuk nambah karakter baru sampai semuanya jadi berantakan. Memang ada tambahan seperti Mr. Charles dan Marge McCaffrey, tapi inti emosinya tetap kuat di hubungan lama: Matt Murdock dan Karen Page.

Karen kembali jadi bagian penting dari “resistance group” Matt, bahkan hubungan romantis mereka kembali menyala di season ini. Hasilnya? Chemistry mereka jadi salah satu motor utama yang bikin season ini terasa greget dan nggak sekadar gelap doang. 

Karen di sini bukan tempelan, bukan sekadar “pendukung sang hero,” tapi benar-benar partner yang mendorong, memantulkan, bahkan menantang Matt. Dan ketika Jessica Jones masuk menjelang akhir sebagai investigator super-powered yang akhirnya membantu Matt melawan kekuatan Fisk season ini langsung naik level.

Daredevil Born Again season 2 (2026)
Daredevil Born Again season 2 (2026) | © Disney+

Comeback Jessica itu bukan cameo asal lewat; dia terasa seperti amunisi panas yang sengaja ditaruh untuk bikin penonton makin lapar menunggu musim berikutnya. 

New York-nya Kelam Banget, Serasa Gotham Versi Marvel

Secara visual, season ini makin menegaskan bahwa New York di semesta Daredevil bukan kota superhero yang kinclong, tapi kota yang busuk, dingin, dan capek. Fisk memerintah seperti raja, AVTF bergerak seperti alat represif, dan suasana kota terasa kayak tempat di mana orang-orang baik makin sulit bernapas.

Daredevil Born Again season 2 (2026)
Daredevil Born Again season 2 (2026) | © Disney+

Bahkan Marvel sendiri lewat deskripsi season ini menjadikan Matt sebagai sosok pemberontak yang melawan kekuasaan kota, sementara Fisk bergerak di level politik dan internasional. Secara rasa, penindasannya terasa dekat banget.

Tanpa harus terlalu terang-terangan, season ini memberi vibe kota yang rakyatnya pelan-pelan dibungkam oleh pemerintahnya sendiri, dibuat takut, lalu dipaksa tunduk.

Daredevil Born Again season 2 (2026)
Daredevil Born Again season 2 (2026) | © Disney+

Jadi ya, kalau ada yang bilang ini seperti Gotham ala Marvel tapi cuma dengan satu villain utama yang memegang kendali, itu nggak berlebihan. New York di season ini berasa bukan tempat yang bisa diselamatkan dengan satu pidato heroik dan itu keren, sekaligus bikin hati sesek.

Aksinya Memang Lebih Irit, Tapi Final Fight-nya Bayar Lunas

Kalau kamu masuk dengan ekspektasi bakal dapat aksi nonstop tiap episode, mungkin season 2 terasa lebih hemat dibanding season pertama. Tapi menurutku itu bukan kekurangan fatal, karena season ini sengaja nyimpen tenaga buat klimaks yang benar-benar menggigit.

Daredevil Born Again season 2 (2026)
Daredevil Born Again season 2 (2026) | © Disney+

Ada beberapa pertarungan penting yang tetap menegaskan Daredevil sebagai vigilante kota ini bukan sekadar pria bertopeng yang bisa mukul, tapi simbol perlawanan yang bikin warga mulai berani bergerak.

Puncaknya jelas di episode akhir, saat pengadilan, serangan AVTF, dan konfrontasi dengan Fisk meledak jadi satu. Di situ season ini terasa seperti akhirnya membuka semua rem yang dari tadi ditahan.

Daredevil, Jessica Jones, Angela, para pendukung Matt, dan rakyat yang mulai melawan bikin klimaksnya terasa padat dan memuaskan. Bukan yang paling bombastis di Marvel, tapi justru karena lebih membumi, pertarungan akhirnya terasa lebih “kena.”

Ending yang Manis-Pahit, Tapi Pintar Banget Buat Buka Pintu Baru
Daredevil Born Again season 2 (2026)
Daredevil Born Again season 2 (2026) | © Disney+

Ending season ini menurutku salah satu bagian paling kuat. Setelah semua kekacauan, Fisk akhirnya pergi dari New York, AVTF dibubarkan, BB pindah ke New York Bulletin, dan Matt mencoba move on bersama Karen tapi semua itu nggak datang dengan rasa benar-benar lega, karena di sisi lain Matt malah ditangkap akibat aksinya sebagai Daredevil.

Jadi season ini menutup konfliknya dengan cukup puas, tapi tetap menanam ranjau buat musim berikutnya. Yang paling menarik, ending ini juga terasa seperti jembatan ke proyek Marvel lain.

Season 3 sudah dikonfirmasi sejak September 2025, dan karena Daredevil beroperasi di New York, mustahil rasanya buat nggak mulai membayangkan koneksi ke tokoh-tokoh lain termasuk Spider-Man, yang secara geografis ya jelas satu kota dengan Matt.

Ending yang pas: cukup tuntas untuk bikin kita puas, tapi cukup terbuka buat bikin teori liar keluar semua.

Daredevil Born Again season 2 (2026)
Daredevil Born Again season 2 (2026) | © Disney+

Daredevil: Born Again Season 2 adalah kelanjutan yang terasa lebih matang, lebih politikal, dan lebih emosional daripada musim pertamanya. Kingpin makin mengerikan karena dia nggak perlu sembunyi lagi, Matt makin tragis karena perjuangannya terasa makin mustahil, dan hubungan Karen-Matt jadi tulang punggung yang bikin season ini punya hati, bukan cuma amarah.

Kalau kamu suka Marvel yang gelap, manusiawi, dan nggak takut bikin kota superhero terasa kayak tempat yang nyaris nggak bisa diselamatkan, season ini wajib banget ditonton. Ini bukan MCU yang bersih dan aman ini MCU yang lecet, patah, dan berdiri lagi sambil sempoyongan. Dan justru itu yang bikin nagih.



Daredevil Born Again season 2 – Series Info

Scroll to Top