4 Film Komedi Absurd Buat Lepas Penat Habis Gajian atau Kelar Ujian

4 Film Komedi Absurd Buat Lepas Penat Habis Gajian atau Kelar Ujian, Dijamin Lo Ngakak Sampai Bengek!

Kita kesampingkan dulu ya film-film drama yang berat atau horor yang bikin jantungan. Kenapa? Karena hari ini agendanya adalah merayakan kebebasan! Entah kamu baru aja lihat saldo ATM nambah karena gajian, atau otak rasanya udah mau ngebul karena baru selesai ujian berhari-hari.

Di momen kayak gini, obat yang paling ampuh cuma satu: ketawa lepas sampai lupa beban hidup. Kadang kita butuh asupan film komedi yang saking absurd dan nggak masuk akalnya, malah bikin kita mikir, “Ini sutradaranya lagi mikir apa sih pas bikin?!” 

Tapi tenang, sebagai writer yang hobi ngebedah film, aku nggak bakal ngasih kamu tontonan kopong. Di balik keabsurdan 4 film komedi ini, ternyata ada satire, teori, dan makna tersembunyi yang jenius banget. Yuk, siapin camilan seenak mungkin, dan mari kita bedah list-nya!

1. Executive Koala (2005) – Drama Perkantoran yang (Harfiah) Binatang Banget
Film Komedi Absurd - Executive Koala (2025)
Film Komedi Absurd – Executive Koala (2025)

Coba bayangin kamu kerja di sebuah perusahaan besar. Kamu pakai jas rapi, ikut meeting setiap hari, dan punya bos yang galak. Normal, kan? Tapi gimana kalau karakter utama kita, Pak Tamura, adalah seekor koala raksasa setinggi manusia, dan nggak ada satu pun orang di kantor yang ngerasa itu aneh? Oh ya, dan dia juga sedang dituduh membunuh istrinya.

Di permukaan, ngeliat orang pakai kostum badut koala bertingkah serius kayak eksekutif muda itu udah bikin ngakak guling-guling. Tapi secara teori, Executive Koala adalah “Satir Brutal tentang Budaya “Salaryman” Jepang.”

Sang sutradara, Minoru Kawasaki, menggunakan wujud hewan ini untuk menyindir bagaimana pekerja kantoran di Jepang (dan mungkin di seluruh dunia) sering kali kehilangan identitas “manusia”-nya demi perusahaan. 

Pak Tamura tidak dilihat sebagai manusia, melainkan sekadar mesin pekerja yang lucu dari luar tapi menyimpan stres luar biasa di dalam. Plot pembunuhannya sendiri adalah metafora tentang bagaimana tekanan kerja bisa memunculkan sisi “binatang buas” dalam diri seseorang yang kelihatannya jinak.

Worth to Watch – Kelucuan film ini justru datang dari deadpan humor—semua orang bersikap sangat serius di tengah situasi yang 100% konyol. Saat kamu nonton lagi untuk kedua kalinya pas lagi capek-capeknya kerja, kamu bakal sadar betapa relate-nya dialog-dialog soal kejamnya politik kantor di film ini, biarpun yang ngomong adalah seekor koala.

2. Swiss Army Man (2016) – Mayat Kentut Penyelamat Nyawa
Film Komedi Absurd - Swiss Army Man (2016)
Film Komedi Absurd – Swiss Army Man (2016) | © A24

Ini dia rajanya film absurd modern. Hank (Paul Dano) terjebak di pulau terpencil dan berniat bunuh diri. Tiba-tiba, ombak membawa sebuah mayat (Daniel Radcliffe) ke bibir pantai. 

Bukannya dikubur, Hank malah berteman dengan mayat bernama Manny ini, yang ajaibnya bisa berfungsi layaknya pisau lipat Swiss Army. Manny bisa dijadikan perahu motor (dengan tenaga dorongan gas kentut), mulutnya bisa menampung air bersih, dan lengannya bisa jadi kapak.

Sumpah, di balik premisnya yang jorok dan super aneh, film ini adalah karya psikologis yang bikin nangis kalau kamu paham teorinya. Film ini membedah isu “Represi Sosial dan Kesepian Ekstrem.” 

Manny sang mayat adalah simbol dari diri kita yang paling jujur, yang nggak terikat oleh norma kesopanan masyarakat (makanya dia bebas kentut atau menanyakan hal-hal tabu). 

Melalui percakapan dengan mayat, Hank perlahan belajar menyembuhkan traumanya, menerima dirinya sendiri, dan berhenti merasa malu atas hidupnya. Ini adalah tentang proses belajar kembali menjadi manusia lewat sudut pandang sesuatu yang sudah mati.

Worth to Watch – Akting Daniel Radcliffe sebagai mayat yang kaku tapi cerewet adalah mahakarya tersendiri. Tonton ini saat kamu lagi capek sama ekspektasi orang lain. Nonton ulang bakal bikin kamu notice betapa jeniusnya scoring (musik) film ini, yang ternyata nadanya dibuat dari suara-suara aneh yang keluar dari tubuh Manny!

3. Extreme Job (2019) – Misi Rahasia yang Terhalang Cuan Ayam Goreng
Film Komedi Absurd - Extreme Job (2019)
Film Komedi Absurd – Extreme Job (2019) | © CJ Entertainment

Lima detektif divisi narkoba yang selalu gagal dan terancam dipecat, memutuskan menyamar dengan membeli restoran ayam goreng yang hampir bangkrut di seberang markas mafia. 

Sialnya, salah satu dari mereka ternyata punya bakat memasak terpendam. Bumbu rahasia ayam gorengnya viral, restorannya jadi super ramai, dan mereka malah sibuk melayani pelanggan sampai lupa mengintai bandar narkoba.

Ini bukan cuma komedi polisi biasa. Film ini membawa teori satir tentang “Kerasnya Kapitalisme vs. Dedikasi Pelayanan Publik.” Ada ironi yang sangat lucu tapi miris di sini: para detektif ini rela babak belur, ditusuk, dan kurang tidur demi negara dengan gaji yang pas-pasan. 

Namun, ketika mereka jualan ayam goreng, mereka bisa kaya raya dalam hitungan hari. Film ini dengan cerdik mempertanyakan, “Buat apa kita susah-susah jadi pahlawan kalau jualan ayam jauh lebih menjanjikan secara finansial?”

Worth to Watch – Pacing (laju) komedinya luar biasa cepat! Nggak ada adegan yang zonk. Kelima karakternya punya chemistry kekeluargaan yang bikin hati hangat. Rewatch film ini sambil makan (tentunya makan ayam goreng) adalah mood booster instan, apalagi pas adegan klimaks di mana keahlian asli mereka sebagai polisi elit akhirnya terungkap satu per satu dengan cara yang kocak.

4. The Naked Gun ( 2025) – Kembalinya Raja Slapstick yang Bikin Rahang Pegal
Film Komedi Absurd - The Naked Gun (2025)
Film Komedi Absurd – The Naked Gun (2025) | © Paramount Pictures

Buat kamu yang kangen banget sama film komedi murni yang nggak pakai mikir berat, reboot dari franchise klasik ini adalah jawabannya. 

Liam Neeson turun gunung untuk memerankan Letnan Frank Drebin Jr., seorang polisi yang nyelesein kasus kejahatan global dengan cara-cara yang paling bodoh, ceroboh, dan selalu menghancurkan apa pun yang ada di sekitarnya.

Kamu mungkin mikir, di mana letak pintarnya film yang isinya orang kepentok pintu atau salah tembak? Teorinya ada pada teknik “Dekonstruksi Trope Pahlawan Aksi (Macho Hero Deconstruction).” 

Pemilihan Liam Neeson itu sangat disengaja. Selama puluhan tahun, kita kenal Liam lewat film Taken sebagai bapak-bapak garang yang mengintimidasi dan tak terkalahkan. Di film ini, image itu dihancurkan total. 

Sang sutradara mengambil stereotip polisi yang “selalu tahu apa yang harus dilakukan”, lalu memutarbalikkannya menjadi polisi idiot yang cuma kebetulan selalu beruntung. Leluconnya bekerja sangat efektif justru karena wajah Liam Neeson selalu serius (deadpan) saat hal-hal paling tidak masuk akal terjadi di sekelilingnya.

Worth to Watch – Ini adalah definisi film “Matikan otakmu dan nikmati saja”. Visual gag (lelucon visual di latar belakang) sangat padat. Saat kamu rewatch, jangan cuma perhatikan dialog karakter utamanya, tapi lihat ke background-nya! Ada aja orang jatuh, properti hancur, atau parodi film lain yang numpang lewat secara random.

Gimana? Udah kebayang bakal seberapa ngakaknya kamu malam ini? Film komedi yang bagus itu emang ibarat pijat refleksi buat otak. Silakan nikmati hasil gajian kamu atau rayakan selesainya ujianmu dengan menertawakan keabsurdan empat film di atas. Selamat menonton dan jangan lupa napas pas ketawa!

Scroll to Top