Review Film – Jumanji: The Next Level (2019)

Jumanji: The Next Level; Game-nya Rusak, Avatarnya Ketukar, dan Kekacauannya Naik Level 

Jumanji: The Next Level adalah film action-adventure comedy tahun 2019 yang disutradarai Jake Kasdan, sekaligus installment keempat dalam seri Jumanji dan sekuel langsung dari Jumanji: Welcome to the Jungle (2017). Film ini kembali menghadirkan Dwayne Johnson, Jack Black, Kevin Hart, Karen Gillan, Nick Jonas, Alex Wolff, Morgan Turner, Ser’Darius Blain, dan Madison Iseman, dengan tambahan wajah baru seperti Awkwafina, Danny Glover, dan Danny DeVito.

Ceritanya berlangsung dua tahun setelah petualangan sebelumnya, ketika Spencer diam-diam masuk lagi ke game Jumanji karena merasa hidup aslinya tidak sekuat dan sekeren avatarnya. Teman-temannya masuk untuk menyelamatkan dia, tapi game yang rusak malah menyeret kakek Spencer dan sahabat lamanya, membuat avatar tertukar dan permainan jadi jauh lebih kacau dari yang mereka bayangkan.

Jumanji: The Next Level (2019)
Jumanji: The Next Level (2019) | © Sony Pictures
Naik Level, Tapi Masih Pakai Quest yang Familiar

Cerita kali ini membawa tim ke misi baru untuk mengambil Falcon Jewel dari Jurgen the Brutal agar kutukan kekeringan di dunia Jumanji bisa dihentikan. Struktur quest-nya masih terasa seperti video game klasik: dapat misi, cari petunjuk, masuk area baru, lawan boss, lalu selesaikan game dengan meneriakkan “Jumanji.”

Film ini cukup pintar karena tidak cuma mengulang formula sebelumnya, tapi mengacak siapa yang masuk ke avatar mana. Eddie masuk ke tubuh Dr. Bravestone, Milo menjadi Mouse Finbar, Fridge terjebak sebagai Professor Oberon, sementara Spencer justru masuk ke avatar baru bernama Ming Fleetfoot.

Jumanji: The Next Level (2019)
Jumanji: The Next Level (2019) | © Sony Pictures

Masalahnya, walau ide avatar tertukar terasa lucu, plot utamanya tetap cukup standar. Jurgen the Brutal tidak terlalu meninggalkan kesan sebagai villain, lebih terasa seperti “final boss” yang harus dikalahkan karena game butuh akhir.

Pertukaran Tubuh Adalah Keputusan Absurd yang Berhasil

Dwayne Johnson memerankan tubuh Bravestone yang kali ini dikendalikan Eddie, karakter tua rewel yang dimainkan Danny DeVito di dunia nyata. Hasilnya cukup lucu karena The Rock harus membawa gestur, suara, dan kebingungan orang tua yang baru sadar dirinya berada di tubuh pria paling kuat sedunia.

Kevin Hart juga mendapat tantangan baru karena Mouse Finbar dikendalikan Milo, karakter Danny Glover yang bicara pelan dan sering terlalu lama menjelaskan sesuatu. Komedi ini awalnya sangat efektif, walau di pertengahan film ada beberapa joke yang mulai terasa diulang terlalu sering.

Jumanji: The Next Level (2019)
Jumanji: The Next Level (2019) | © Sony Pictures

Jack Black tetap menjadi salah satu senjata komedi utama, meski kali ini perannya tidak se-mencuri perhatian seperti saat ia memerankan Bethany di film sebelumnya. Karen Gillan sebagai Ruby Roundhouse tetap solid, terutama karena Martha menjadi karakter yang paling stabil ketika semua orang di sekitarnya sibuk bingung dengan tubuh baru mereka.

Awkwafina sebagai Ming Fleetfoot menjadi tambahan yang cukup menyenangkan karena avatarnya membawa skill baru seperti mencuri, menyelinap, dan membuka kunci. Ia memberi dinamika baru yang membuat permainan tidak hanya bergantung pada Bravestone, Finbar, Oberon, dan Ruby.

Jumanji: The Next Level (2019)
Jumanji: The Next Level (2019) | © Sony Pictures

Danny DeVito dan Danny Glover juga memberi lapisan emosional yang tidak terduga lewat konflik Eddie dan Milo. Di tengah aksi konyol, cerita persahabatan tua mereka membawa pesan tentang penyesalan, penuaan, dan kesempatan untuk berdamai sebelum semuanya terlambat.

Bagian emosional ini sebenarnya cukup manis, apalagi ketika Milo memilih tetap tinggal di dalam game sebagai Cyclone setelah memperoleh bentuk baru yang membuatnya merasa bebas. Tidak semua orang akan merasa subplot ini cukup kuat, tapi setidaknya film mencoba memberi hati di balik semua CGI, badak, unta, dan ledakan. 

Dari Gurun Panas sampai Gunung Salju
Jumanji: The Next Level (2019)
Jumanji: The Next Level (2019) | © Sony Pictures

Film ini memperluas dunia Jumanji dengan lokasi yang lebih variatif, mulai dari gurun, oasis, bazaar, tebing, sampai pegunungan bersalju. Produksinya berlangsung di berbagai lokasi seperti Atlanta, New Mexico, Alberta, dan Hawaii, sehingga skala petualangannya terasa lebih luas dibanding film sebelumnya.

Set-piece seperti kejaran burung unta, jembatan gantung penuh mandrill, dan infiltrasi markas Jurgen cukup memberi sensasi blockbuster keluarga yang ramai. Efek visualnya tidak selalu terasa paling mulus, tapi cukup bekerja untuk film yang memang memakai logika video game sebagai alasan semua hal bisa absurd.

Jumanji: The Next Level (2019)
Jumanji: The Next Level (2019) | © Sony Pictures

Henry Jackman kembali mengisi musik, menjaga nuansa petualangan tetap besar, ringan, dan penuh energi. Skornya memang bukan yang paling ikonik, tapi cocok untuk mendorong tempo film agar terasa seperti game level baru yang terus membuka area berbeda.

Level Baru yang Seru, Tapi Mulai Butuh Penyegaran

Sebagai hiburan, Jumanji: The Next Level masih sangat mudah dinikmati karena cast-nya punya chemistry kuat dan komedi body-swap masih bekerja. Film ini tidak malu menjadi konyol, dan justru saat paling konyol itulah ia paling menyenangkan.

Jumanji: The Next Level (2019)
Jumanji: The Next Level (2019) | © Sony Pictures

Respons kritiknya cukup positif, dengan Rotten Tomatoes mencatat approval 72% dan Metacritic memberi skor 58 yang menunjukkan reaksi campuran ke positif. IMDb mencatat rating sekitar 6,6 dari ratusan ribu penilaian, angka yang terasa pas untuk sekuel yang fun tapi tidak sepenuhnya melampaui pendahulunya.

Secara komersial, film ini sukses besar dengan pendapatan sekitar 801,7 juta dolar dari budget sekitar 125–132 juta dolar. Hasil itu membuatnya menjadi film terlaris kesepuluh tahun 2019, membuktikan bahwa penonton masih punya banyak nyawa untuk franchise ini. 

Jumanji: The Next Level adalah sekuel yang tahu cara mempertahankan formula pemenang sambil menambahkan cukup variasi agar tidak terasa copy-paste total. Avatar tertukar, karakter tua yang ikut masuk game, dan lokasi baru membuat film ini tetap punya energi segar walau pondasi ceritanya familiar.

Jumanji: The Next Level (2019)
Jumanji: The Next Level (2019) | © Sony Pictures

Kelebihannya ada pada cast yang kompak, komedi fisik yang kuat, tambahan Awkwafina, dan sentuhan emosional Eddie-Milo yang surprisingly hangat. Kekurangannya ada pada villain yang lemah, plot quest yang standar, dan beberapa joke yang mulai kehilangan efek karena terlalu sering dipakai.

Kalau Welcome to the Jungle terasa seperti reboot yang mengejutkan, The Next Level terasa seperti DLC besar yang masih seru dimainkan meski tidak sepenuhnya mengubah game. Tetap lucu, tetap ramai, tetap menyenangkan, tapi untuk level berikutnya, Jumanji jelas butuh kejutan yang lebih liar lagi.



Jumanji: The Next Level – Movie Info

Scroll to Top