Review Film – Fear Street Prom Queen (2025)

Fear Street Prom Queen; Prom Night Berdarah yang Fun

Fear Street: Prom Queen adalah film slasher Netflix tahun 2025 yang disutradarai Matt Palmer, ditulis Palmer bersama Donald McLeary, dan diadaptasi secara longgar dari novel The Prom Queen karya R. L. Stine. Film ini menjadi installment keempat dalam seri film Fear Street, dibintangi India Fowler, Suzanna Son, Fina Strazza, Chris Klein, David Iacono, Ella Rubin, Ariana Greenblatt, Lili Taylor, dan Katherine Waterston.

Ceritanya berlatar tahun 1988 di Shadyside High School, saat musim prom sedang panas-panasnya dan para kandidat prom queen mulai menghilang satu per satu. Di tengah kampanye penuh iri, bullying, dan ambisi remaja yang kelewat drama, muncul pembunuh bertopeng yang mengubah malam dansa menjadi pesta darah. 

Fear Street Prom Queen (2025)
Fear Street Prom Queen (2025) | © Netflix

Premis film ini sebenarnya gampang banget dijual: prom night, geng cewek populer, outsider yang ingin membuktikan diri, dan pembunuh yang menebas kandidat satu per satu. Lori Granger menjadi pusat cerita sebagai siswi yang dianggap aneh karena rumor masa lalu ibunya, lalu ia menantang Tiffany Falconer dan geng “Wolfpack” dalam perebutan mahkota prom queen.

Nuansa 80-an jadi bumbu utama, dari musik, kostum, rambut, warna lampu prom, sampai atmosfer high school yang penuh persaingan sosial. Sayangnya, film ini lebih terasa seperti kumpulan referensi slasher klasik daripada karya yang benar-benar punya identitas baru sekuat trilogi Fear Street 2021.

Sebenarnya Seru, Tapi Terlalu Gampang Ditebak

Alur film bergerak cukup cepat karena durasinya hanya 90 menit, jadi tidak banyak waktu untuk benar-benar bosan. Begitu kandidat prom queen mulai dibantai, film langsung masuk mode “siapa berikutnya?” dengan alat pembunuhan yang makin absurd dan berdarah.

Fear Street Prom Queen (2025)
Fear Street Prom Queen (2025) | © Netflix

Masalahnya, misteri pembunuhnya tidak terlalu kuat karena arah twist sudah cukup mudah terbaca sebelum klimaks. Beberapa review juga menyorot bahwa identitas villain dan motifnya kurang mengejutkan, sehingga bagian whodunnit terasa kalah menarik dibanding momen gore dan kekacauan prom-nya. 

India Fowler sebagai Lori membawa energi outsider yang gampang didukung, terutama karena karakternya terus direndahkan oleh lingkungan sekolah. Lori bukan karakter paling kompleks, tapi ia cukup simpatik untuk membuat penonton ingin melihatnya bertahan sampai akhir.

Suzanna Son sebagai Megan memberikan warna lebih nyeleneh, apalagi karakternya punya minat pada efek gore dan sering terasa seperti orang paling sadar sedang hidup dalam film slasher. Hubungan Lori dan Megan seharusnya bisa jadi jangkar emosional paling kuat, tapi film kadang terlalu sibuk menyiapkan kill scene sampai dinamika mereka tidak selalu berkembang maksimal.

Elemen Gore Sebagai Bumbu Penebal Horror
Fear Street Prom Queen (2025)
Fear Street Prom Queen (2025) | © Netflix

Sebagai slasher, film ini tetap memberi cukup banyak kematian brutal, mulai dari kapak, gergaji listrik, pisau dapur, meat cleaver, sampai kekacauan di gym prom. Ada beberapa momen yang memang cukup fun kalau kamu suka horor remaja yang tidak takut menumpahkan darah.

Namun gore-nya tidak selalu terasa kreatif atau menegangkan, lebih sering menjadi check-list slasher yang wajib ada. Kritik negatif banyak menyorot bahwa film ini kurang punya suspense dan terlalu bergantung pada trope lama tanpa memberi twist visual yang cukup segar.

Vibe 80-an Belum Sepenuhnya Hidup
Fear Street Prom Queen (2025)
Fear Street Prom Queen (2025) | © Netflix

Film ini jelas ingin menangkap vibe slasher 80-an, lengkap dengan prom, geng populer, pembunuh bertopeng, dan kampanye sosial di sekolah. The Newton Brothers mengisi musiknya, sementara Márk Györi menjadi sinematografer dan Christopher Donaldson menjadi editor, memberi film ini paket teknis yang cukup rapi untuk ukuran Netflix slasher ringan.

Tetapi beberapa review merasa estetika 80-annya belum benar-benar kuat, bahkan ada yang menyebut visualnya kurang menangkap rasa dekade tersebut. Jadi meski kostum dan setting-nya sudah mengarah ke nostalgia, atmosfernya belum sehidup Fear Street 1994, 1978, atau 1666 yang punya warna period masing-masing lebih tebal. 

Sebagai tontonan santai, Fear Street: Prom Queen masih punya nilai hiburan yang lumayan. Film ini pendek, langsung ke konflik, punya darah, punya teen drama, dan cukup ringan untuk ditonton tanpa perlu mengingat semua detail mitologi Sarah Fier dari trilogi sebelumnya.

Fear Street Prom Queen (2025)
Fear Street Prom Queen (2025) | © Netflix

Film ini bahkan sempat berada di posisi kedua Netflix Amerika Serikat pada minggu 19–25 Mei 2025 menurut data Showlabs, jadi jelas masih ada rasa penasaran besar terhadap nama Fear Street. Namun secara kualitas, responsnya jauh lebih dingin dibanding trilogi awal, dengan Rotten Tomatoes mencatat 27% ulasan positif dan Metacritic memberi skor 41 dari 100. 

Kelebihan terbesar film ini ada pada setup prom night yang mudah dinikmati, beberapa kill yang cukup sadis, serta performa cast muda yang berusaha menjaga energi tetap hidup. Fina Strazza sebagai Tiffany dan Katherine Waterston sebagai Nancy juga memberi warna menarik dalam konflik keluarga Falconer yang akhirnya menjadi kunci twist film. 

Kekurangannya cukup terasa pada karakter yang banyak terasa satu dimensi, misteri yang mudah ditebak, dan hubungan dengan dunia Fear Street yang terlalu tipis. Witch’s Mark di akhir memang memberi koneksi ke lore besar Shadyside, tapi terasa seperti tempelan kecil yang belum cukup untuk membuat film ini penting dalam franchise.

Slasher Ringan yang Menang di Darah, Kalah di Ingatan
Fear Street Prom Queen (2025)
Fear Street Prom Queen (2025) | © Netflix

Fear Street: Prom Queen bukan bencana total, tapi jelas bukan comeback megah yang bisa menyamai energi trilogi 2021. Film ini punya cukup banyak elemen fun untuk penggemar slasher remaja, tetapi kurang tajam dalam karakter, suspense, dan identitas visual.

Kalau kamu ingin horor Netflix yang ringan, berdarah, dan cepat selesai, film ini masih bisa jadi pilihan malam santai. Tapi kalau kamu berharap mitologi Shadyside yang luas, kutukan yang emosional, dan struktur sekuat trilogi awal, Prom Queen terasa seperti prom date yang lumayan seru tapi tidak ingin kamu ajak pulang lagi.



Fear Street : Prom Queen – Movie Info

Scroll to Top