Review Series – Dark Matter S1 (2024)

Dark Matter S1; Ketika Hidup Impian Dicuri oleh Versi Dirimu yang Lebih Ambisius

Dark Matter adalah series science fiction thriller ciptaan Blake Crouch yang diadaptasi dari novelnya sendiri terbitan 2016. Season pertama terdiri dari sembilan episode yang tayang di Apple TV+ mulai 8 Mei sampai 26 Juni 2024, dengan Joel Edgerton, Jennifer Connelly, Alice Braga, Jimmi Simpson, Dayo Okeniyi, dan Oakes Fegley sebagai pemeran utama.

Dark Matter S1 (2024)
Dark Matter S1 (2024) | © AppleTV

Ceritanya mengikuti Jason Dessen, dosen fisika di Chicago yang menjalani kehidupan sederhana bersama istrinya, Daniela, dan putra mereka, Charlie. Sepulang dari acara penghargaan temannya, Jason diculik pria bertopeng, dibius, lalu terbangun dalam realitas lain tempat dirinya menjadi ilmuwan terkenal yang tidak pernah menikahi Daniela.

Premis Multiverse yang Sangat Personal

Konsep realitas alternatif memang sudah sering digunakan dalam film dan series modern, tetapi Dark Matter membuatnya terasa dekat dengan menjadikan penyesalan sebagai pintu masuknya. Pertanyaan “apakah kamu bahagia dengan hidupmu?” berubah menjadi teror ketika Jason sadar ada versi dirinya yang memilih karier, lalu mencuri kehidupan keluarga yang dahulu ia korbankan. 

Dark Matter S1 (2024)
Dark Matter S1 (2024) | © AppleTV

Konfliknya bukan tentang menyelamatkan seluruh dunia dari kehancuran kosmik, melainkan seorang suami yang ingin pulang kepada istri dan anaknya. Skala emosional yang intim ini membuat konsep quantum superposition, realitas paralel, dan perjalanan antar-dimensi tetap mudah diikuti tanpa terasa seperti kuliah fisika selama sembilan jam.

Jason Melawan Musuh yang Mengenal Dirinya Terlalu Baik

Joel Edgerton memainkan dua versi Jason dengan perbedaan yang cukup jelas tanpa harus mengandalkan kostum atau riasan berlebihan. Jason utama terlihat hangat, cemas, dan sangat terikat pada keluarga, sedangkan Jason kedua lebih percaya diri, manipulatif, serta menganggap kehidupan orang lain sebagai hadiah yang pantas ia ambil.

Dark Matter S1 (2024)
Dark Matter S1 (2024) | © AppleTV

Jason kedua menjadi villain menarik karena ia bukan monster dari dimensi lain, tetapi wujud dari ambisi yang pernah dikubur Jason utama. Ia punya kecerdasan, ingatan, wajah, dan hubungan masa lalu yang sama, membuat pertarungan mereka terasa seperti konflik seseorang melawan keputusan hidup yang tidak pernah ia ambil.

Daniela Bukan Sekadar Istri yang Menunggu Diselamatkan

Jennifer Connelly membawa Daniela sebagai perempuan cerdas yang perlahan menyadari bahwa suaminya berubah, meskipun wajah serta suaranya tetap sama. Ia mulai mencurigai keputusan impulsif Jason kedua, ketidaktahuannya terhadap alergi Charlie, luka suntikan di lengan, serta perilaku yang tidak cocok dengan pria yang telah hidup bersamanya selama bertahun-tahun. 

Dark Matter S1 (2024)
Dark Matter S1 (2024) | © AppleTV

Daniela tidak hanya menjadi hadiah yang diperebutkan dua Jason, sebab pilihan serta instingnya ikut menentukan siapa yang benar-benar pantas kembali ke keluarga. Performa Connelly menjaga drama rumah tangga tetap hidup, bahkan ketika cerita sedang sibuk melompat antara dunia beku, kota futuristis, dan Chicago yang terkena wabah.

Amanda Buat Perjalanan Multiverse Lebih Manusiawi

Alice Braga tampil kuat sebagai Amanda Lucas, kekasih Jason kedua yang membantu Jason utama kabur dari Velocity Labs dan memasuki The Box. Amanda memahami teori perjalanan multiverse, tetapi ia juga membawa ketakutan, luka, serta impian sendiri yang perlahan membuat hubungannya dengan Jason terasa lebih kompleks daripada sekadar partner perjalanan.

Dark Matter S1 (2024)
Dark Matter S1 (2024) | © AppleTV

Perjalanannya menuju dunia progresif menjadi salah satu bagian paling hangat karena Amanda akhirnya berhenti hidup untuk membantu versi Jason mana pun. Keputusannya menetap di dunia yang lebih damai terasa bittersweet, tetapi tepat bagi karakter yang sudah terlalu lama menjadikan hidup orang lain sebagai pusat pilihannya.

The Box dan Koridor Jadi Mesin Kecemasan

The Box adalah penemuan Jason kedua yang memungkinkan penggunanya berada dalam kondisi superposition setelah menerima senyawa khusus. Di dalamnya terdapat koridor tak berujung dengan pintu menuju realitas berbeda, tetapi dunia yang muncul dipengaruhi pikiran, ketakutan, keinginan, dan kondisi emosional orang yang membuka pintu.

Dark Matter S1 (2024)
Dark Matter S1 (2024) | © AppleTV

Aturan ini membuat perjalanan Jason dan Amanda tidak hanya bergantung pada ilmu pengetahuan, tetapi juga kemampuan mengendalikan pikiran. Dunia beku, Chicago yang terkena wabah, rumah tanpa keluarga, serta realitas futuristis terasa seperti manifestasi dari ketakutan dan penyesalan yang terus mengganggu keduanya.

Visual Multiverse Tidak Berlebihan

Series ini tidak memamerkan multiverse melalui ledakan warna atau cameo besar, melainkan lewat perubahan kecil yang membuat realitas terasa salah. Dekorasi rumah, cuaca ekstrem, arsitektur Chicago, kondisi masyarakat, serta detail hubungan antar karakter menjadi penanda bahwa Jason belum menemukan dunia asalnya.

Dark Matter S1 (2024)
Dark Matter S1 (2024) | © AppleTV

Sinematografi John Lindley dan Jeffrey Greeley membuat Chicago tampil familier sekaligus asing, sementara koridor The Box terasa seperti ruang liminal yang dingin dan tidak manusiawi. Visualnya mungkin tidak selalu spektakuler, tetapi atmosfer muram tersebut sangat cocok dengan cerita tentang seseorang yang tersesat di antara kehidupan yang seharusnya bisa ia jalani.

Slow Burn yang Menarik, tetapi Kadang Terlalu Panjang

Tiga episode awal membangun misteri dengan efektif, lalu bagian tengah memperlambat langkah untuk mengeksplorasi berbagai realitas dan aturan The Box. Beberapa kritik menilai ide menariknya dibuat terlalu tipis sepanjang sembilan episode, sementara ulasan lain merasa materi novel yang cepat sebenarnya bisa diringkas menjadi film berdurasi dua jam

Dark Matter S1 (2024)
Dark Matter S1 (2024) | © AppleTV

Pengulangan Jason dan Amanda membuka pintu, menemukan dunia yang salah, lalu kembali ke koridor memang sempat terasa repetitif. Meski begitu, pace lambat tersebut tetap memberi ruang bagi pertanyaan utama series, yaitu apakah kebahagiaan datang dari pilihan sempurna atau dari keberanian menerima hidup yang sudah dipilih.

Twist Para Jason yang Mengubah Aturan Permainan

Saat Jason utama akhirnya menemukan dunianya, series melempar kejutan bahwa setiap keputusan yang ia buat di dalam The Box telah menciptakan versi baru dirinya. Banyak Jason berhasil mencapai realitas yang sama dan semuanya merasa berhak kembali kepada Daniela serta Charlie karena masing-masing memiliki ingatan tentang keluarga tersebut.

Dark Matter S1 (2024)
Dark Matter S1 (2024) | © AppleTV

Ide ini membuat dua episode terakhir jauh lebih menegangkan karena ancamannya bukan lagi satu penipu, melainkan puluhan pria dengan tujuan dan rasa kehilangan serupa. Mereka adalah korban yang sama-sama ingin pulang, tetapi rasa cinta tersebut berubah menjadi obsesi ketika Daniela diperlakukan sebagai hadiah yang harus dimenangkan.

Ending yang Memilih Cinta, Bukan Dunia Sempurna

Daniela akhirnya memilih Jason utama, sementara beberapa versi lain membiarkan keluarga Dessen mencapai The Box dan mencari realitas baru. Jason kedua sempat menebus sebagian kesalahannya dengan membantu mereka kabur serta meninggalkan ampul dan rekaman permintaan maaf, meskipun tindakan tersebut tidak menghapus kejahatan yang sudah ia lakukan.

Dark Matter S1 (2024)
Dark Matter S1 (2024) | © AppleTV

Ending-nya tidak memberi jawaban pasti tentang dunia yang dipilih Charlie untuk keluarganya, tetapi ketidakjelasan itu terasa pas. Kali ini, masa depan keluarga Dessen tidak ditentukan oleh ambisi Jason, melainkan keputusan bersama untuk mencari tempat aman dan memulai hidup mereka kembali.

Overall; Dark Matter Season 1 berhasil mengubah teori multiverse menjadi drama tentang pernikahan, pilihan hidup, ambisi, dan rasa takut telah mengambil jalan yang salah. Joel Edgerton serta Jennifer Connelly menjadi fondasi emosional yang kuat, sedangkan Alice Braga memberi perjalanan lintas realitas ini hati yang lebih hangat.

Logo Apple TV


Dark Matter S1 – Series Info

Scroll to Top