Review Kdrama – The Haunted Palace (2025)

The Haunted Palace; Kutukan Kerajaan yang Seram sekaligus Bikin Baper

The Haunted Palace merupakan K-drama fantasi sejarah dan komedi romantis yang ditulis Yoon Soo-jung serta disutradarai Yoon Sung-sik bersama Kim Ji-yeon. Series ini dibintangi Yook Sung-jae, Kim Ji-yeon atau Bona, dan Kim Ji-hoon, lalu tayang di SBS TV pada 18 April hingga 7 Juni 2025 dalam 16 episode berdurasi sekitar 70 menit. 

Ceritanya mengikuti Yeo-ri, pembuat kacamata yang memiliki bakat spiritual dari keluarga dukun tetapi menolak hidup sebagai medium. Nasibnya berubah ketika cinta pertamanya, Yoon Gap, dirasuki Gangcheori, roh Imugi kuno yang membutuhkan tubuh Yeo-ri agar dapat naik ke surga.

The Haunted Palace (2025)
The Haunted Palace (2025) | © Netflix

Yeo-ri akhirnya masuk ke istana yang dipenuhi arwah perempuan, roh jahat, dan kejadian mengerikan yang berkaitan dengan dendam terhadap keluarga kerajaan. Bersama Gangcheori dalam tubuh Yoon Gap dan King Lee Seong, ia harus membongkar asal-usul gangguan tersebut sebelum istana berubah menjadi pusat bencana supernatural. 

Premisnya memang terdengar padat karena mencampurkan kerasukan, perdukunan, politik kerajaan, romansa, misteri, dan komedi tubuh. Anehnya, campuran tersebut cukup mudah diikuti karena series membuka informasi sedikit demi sedikit melalui kasus arwah pendek yang perlahan terhubung dengan ancaman utama.

Yeo-ri Bukan Dukun Hebat yang Langsung Siap Menyelamatkan Dunia
The Haunted Palace (2025)
The Haunted Palace (2025) | © Netflix

Kim Ji-yeon membawa Yeo-ri sebagai perempuan yang tegas tetapi menyimpan kesepian serta trauma panjang terhadap kemampuan spiritualnya. Sikapnya yang kaku mungkin terasa dingin pada awalnya, tetapi perlahan terlihat sebagai pertahanan seseorang yang ingin hidup normal setelah terlalu lama berada dekat dengan kematian. 

Perjalanannya bukan hanya tentang menerima kekuatan, melainkan menghadapi identitas yang sejak lama ia tolak. Yeo-ri harus belajar bahwa melihat arwah bukan kutukan kosong karena kemampuannya dapat membantu roh menemukan kebenaran, sekaligus membuat orang hidup memahami dosa yang mereka sembunyikan.

Yook Sung-jae Sukses Memainkan Dua Jiwa dalam Satu Tubuh
The Haunted Palace (2025)
The Haunted Palace (2025) | © Netflix

Yook Sung-jae mendapat tantangan menarik karena harus memainkan Yoon Gap yang sopan serta Gangcheori yang arogan, kekanak-kanakan, dan sangat percaya diri. Perbedaan gestur, nada bicara, tatapan, serta gaya berjalan membuat penonton mudah mengetahui siapa yang sedang menguasai tubuh tersebut tanpa perlu penanda visual berlebihan.

Gangcheori awalnya terlihat seperti roh pengganggu egois yang hanya memikirkan jalan menuju surga. Namun interaksinya bersama Yeo-ri dan sang raja perlahan memperlihatkan kecemburuan, kepedulian, serta sisi lucu yang membuat makhluk mitologi tersebut jauh lebih manusiawi daripada banyak penghuni istana.

Kim Ji-hoon Diam-Diam Mencuri Banyak Adegan
The Haunted Palace (2025)
The Haunted Palace (2025) | © Netflix

Kim Ji-hoon tampil sangat kuat sebagai King Lee Seong, raja reformis yang ingin membangun Joseon lebih baik tetapi dihantui dosa keluarga kerajaan. Karakternya bergerak dari pemimpin skeptis yang menolak keberadaan roh menjadi pria yang harus menerima bahwa kekuasaan leluhurnya dibangun di atas penderitaan orang lain. 

Hubungan sang raja dengan Gangcheori menjadi salah satu sumber hiburan terbaik melalui pertengkaran, ejekan, dan kerja sama yang selalu terasa setengah terpaksa. Beberapa ulasan bahkan menilai bromance mereka lebih hidup daripada romansa utamanya, terutama karena timing komedi kedua aktor terasa sangat natural. 

Hubungan Yeo-ri dengan Gangcheori terasa rumit karena roh tersebut memakai tubuh Yoon Gap, cinta pertama yang masih memiliki tempat penting dalam hidupnya. Situasi itu menciptakan pertanyaan emosional menarik tentang siapa yang sebenarnya ia lihat, cintai, dan coba selamatkan.

The Haunted Palace (2025)
The Haunted Palace (2025) | © Netflix

Namun romansa mereka berkembang cukup pelan dan sering kalah oleh misteri arwah serta politik istana. Sejumlah ulasan menilai hubungan tersebut kurang menghasilkan chemistry kuat, sementara penonton lain justru menikmati pendekatannya yang lembut dan tidak mengambil alih seluruh cerita. 

Horor Rakyat Korea yang Lebih Menarik daripada Jumpscare

Series ini menggunakan hantu berkaki satu, roh perempuan setinggi delapan kaki, cahaya malam, kutukan kerajaan, dan praktik perdukunan sebagai bagian dari misterinya. Makhluk-makhluk tersebut tidak selalu dibuat untuk menakut-nakuti, sebab beberapa arwah muncul sebagai korban ketidakadilan yang kemarahannya tumbuh sampai berubah menjadi kejahatan.

The Haunted Palace (2025)
The Haunted Palace (2025) | © Netflix

Pendekatan tersebut membuat kisahnya lebih dekat dengan fantasi supernatural daripada horor murni. Jangan berharap teror pekat sepanjang episode, tetapi atmosfer istana, ritual, riasan hantu, dan kematian misterius masih cukup memberi sensasi merinding.

Visual Joseon yang Cantik dengan Sentuhan Dunia Gaib

Istana, kostum kerajaan, rumah dukun, hutan berkabut, dan pencahayaan malam memberi series ini tampilan yang indah sekaligus muram. Efek visual Gangcheori dan sejumlah roh belum selalu sempurna, tetapi arahan artistiknya cukup kuat untuk membedakan energi spiritual, kutukan gelap, dan kehidupan manusia biasa.

The Haunted Palace (2025)
The Haunted Palace (2025) | © Netflix

Budget produksinya dilaporkan mencapai sekitar 20 miliar won, dan skala tersebut terlihat melalui desain kostum, lokasi, serta jumlah karakter supernatural. Presentasinya tidak selalu mewah seperti blockbuster fantasi, tetapi cukup meyakinkan untuk membawa legenda rakyat Korea hidup di tengah intrik sejarah Joseon.

Pacing Panjang yang Sesekali Kehabisan Napas

Enam belas episode memberi ruang besar bagi perkembangan karakter, kasus arwah, dan sejarah istana. Mini-arc yang muncul setiap beberapa episode membantu menjaga variasi, meskipun bagian paruh kedua sesekali terasa melambat ketika misteri utama ditahan terlalu lama.

The Haunted Palace (2025)
The Haunted Palace (2025) | © Netflix

Series ini paling kuat ketika Yeo-ri, Gangcheori, dan sang raja bekerja sebagai tim supernatural yang terus bertengkar. Ketika ceritanya terlalu lama berada pada penjelasan politik atau tarik-ulur romansa, energi komedi serta misterinya sedikit menurun.

Akhir Emosional Bayar Perjalanan Panjang

Konflik akhir mempertemukan ketiganya dengan roh pendendam Palcheok-gwi dan dosa lama keluarga kerajaan. Penyelesaiannya tidak hanya bergantung pada kekuatan spiritual, tetapi juga keberanian mengakui kesalahan, memperbaiki ketidakadilan, dan melepaskan dendam yang telah diwariskan selama beberapa generasi.

Finalnya berhasil memberi penutupan emosional kepada karakter utama tanpa menghilangkan rasa fantasi yang menjadi identitas series. Rating nasional episode terakhir mencapai 11 persen, menjadi angka tertinggi sepanjang penayangannya dan memperlihatkan antusiasme penonton terhadap penyelesaian cerita.

The Haunted Palace (2025)
The Haunted Palace (2025) | © Netflix

The Haunted Palace adalah K-drama fantasi yang ramai tetapi surprisingly hangat, menggabungkan hantu, romansa, bromance, politik, dan legenda Imugi dalam satu perjalanan panjang. Akting Yook Sung-jae, Kim Ji-yeon, serta Kim Ji-hoon menjadi kekuatan terbesar, terutama ketika ketiganya mulai berfungsi sebagai tim pemburu roh paling tidak akur di Joseon.

Kelemahannya ada pada pacing yang sesekali melambat, romansa yang tidak selalu menggigit, dan efek visual yang belum konsisten. Namun misteri istana, mitologi Korea, komedi karakter, serta perkembangan emosionalnya membuat series ini tetap sangat mudah dinikmati.



The Haunted Palace – Series Info

Scroll to Top