Review Film – Coyote vs. Acme (2026)

Coyote vs. Acme; Coyote Menggugat Balik, Looney Tunes Liar di Dunia Nyata

Coyote vs. Acme film comedy animasi live-action Amerika Serikat yang disutradarai Dave Green dan ditulis Samy Burch. Film berdurasi 103 menit ini dibintangi Will Forte, Lana Condor, John Cena, Tone Bell, Luis Guzmán, dan para karakter Looney Tunes, lalu dirilis di Amerika Serikat pada 28 Agustus 2026.

Coyote vs Acme (2026)
Coyote vs Acme (2026) | © Ketchup Entertainment

Premisnya sederhana dan terdengar seperti lelucon yang berubah menjadi film panjang: Wile E. Coyote menggugat Acme Corporation karena semua alat buatannya selalu gagal ketika digunakan untuk menangkap Road Runner. Ia meminta bantuan Kevin Avery, pengacara kecelakaan yang sedang terpuruk, untuk menghadapi perusahaan raksasa tersebut di pengadilan.

Hanya Dengan Aksi Dan Sign, Coyote Tetap Jadi Pusat Cerita

Wile E. Coyote tetap mempertahankan ciri klasiknya sebagai karakter tanpa dialog yang berkomunikasi melalui tanda, gambar, ekspresi, dan gestur tubuh. Keputusan tersebut membuat karakternya terasa setia pada kartun lama sekaligus memberi tantangan menarik bagi para pemain manusia yang harus merespons klien yang bahkan tidak bisa menjelaskan tuntutannya secara normal.

Coyote vs Acme (2026)
Coyote vs Acme (2026) | © Ketchup Entertainment

Gugatannya membuka kotak Pandora yang jauh lebih besar daripada sekadar sepatu roket rusak, magnet raksasa, dinamit, dan ketapel yang selalu berbalik menghantam pemiliknya. Penyelidikan Kevin dan Wile E. perlahan mengungkap Project Sisyphus, program pengujian ilegal yang memakai karakter kartun sebagai kelinci percobaan untuk menyempurnakan produk Acme bagi manusia.

Will Forte Jadi Pengacara Paling Bingung di Dunia Kartun

Will Forte sangat cocok sebagai Kevin Avery, pengacara billboard yang lebih terbiasa mencari jalan damai daripada benar-benar bertarung di ruang sidang. Wajah kebingungan dan kepanikannya bekerja sempurna saat harus membela klien yang membawa sekotak barang bukti mustahil, terus mengejar burung, dan sesekali tertimpa benda dari langit.

Coyote vs Acme (2026)
Coyote vs Acme (2026) | © Ketchup Entertainment

Kevin perlahan berkembang dari pengacara yang takut kalah menjadi seseorang yang benar-benar percaya bahwa Wile E. pantas mendapat keadilan. Hubungan mereka menjadi bromance aneh antara dua pecundang yang berkali-kali gagal, tetapi tetap memilih bangun dan mencoba sekali lagi.

Lana Condor Bawa Energi Partner yang Dibutuhkan

Lana Condor sebagai Paige Avery hadir sebagai keponakan sekaligus intern yang lebih bersemangat menghadapi Acme dibanding Kevin. Ia membantu mencari saksi, mengumpulkan bukti, dan menjaga penyelidikan tetap berjalan ketika pamannya mulai kehilangan keberanian.

Coyote vs Acme (2026)
Coyote vs Acme (2026) | © Ketchup Entertainment

Chemistry Will Forte dan Lana Condor memberi keseimbangan yang cukup baik di tengah kekacauan animasi. Paige bukan sekadar associate pendamping, sebab kegigihannya membantu Kevin memahami bahwa memenangkan perkara ini bukan cuma soal menyelamatkan karier, tetapi melindungi seluruh karakter kartun dari eksploitasi perusahaan.

John Cena Menjadi Pengacara Acme yang Sangat Menyebalkan

John Cena memainkan Buddy Crane, pengacara Acme sekaligus rival Kevin sejak masa kuliah hukum. Buddy tampil penuh percaya diri, licin, dan sangat nyaman bekerja untuk perusahaan yang memandang penderitaan karakter kartun sebagai angka kecil dalam laporan bisnis.

Coyote vs Acme (2026)
Coyote vs Acme (2026) | © Ketchup Entertainment

Cena cukup menyenangkan ketika membawakan antagonis yang terlalu serius di tengah logika Looney Tunes. Ia tidak perlu menjadi villain menyeramkan karena senyum palsu, tawaran suap, dan keyakinannya bahwa perusahaan selalu bisa membeli kemenangan sudah membuatnya sangat mudah dibenci.

Looney Tunes Kembali Lebih Liar

Persidangan Wile E. membuka jalan bagi Bugs Bunny, Daffy Duck, Granny, Tweety, Foghorn Leghorn, Tasmanian Devil, Elmer Fudd, Porky Pig, Sylvester, Yosemite Sam, dan banyak karakter lama untuk kembali muncul. Beberapa punya fungsi penting dalam konspirasi Acme, sementara lainnya hadir singkat sebagai penghias yang langsung memancing nostalgia.

Bugs menjadi whistleblower yang membantu membongkar Project Sisyphus, sedangkan Daffy tampil sebagai mantan subjek eksperimen yang sudah kehilangan kewarasan. Foghorn Leghorn justru menjadi CEO Acme yang memandang karakter kartun seperti barang konsumsi, membuat satire korporasinya terasa mengejutkan tajam untuk tontonan keluarga.

Coyote vs Acme (2026)
Coyote vs Acme (2026) | © Ketchup Entertainment

Jika Space Jam memakai pertandingan basket sebagai pusat pertemuan manusia dan kartun, film ini memakai persidangan, investigasi, serta konspirasi perusahaan. Hasilnya terasa lebih liar karena logika kartun tidak dikurung di lapangan olahraga, melainkan dibiarkan menghancurkan kantor hukum, jalan raya, ruang sidang, dan gedung pemerintahan.

Skema Wile E. mengejar Road Runner tetap hadir melalui sepatu roket, lubang portabel, batu dehidrasi, missile, magnet, dan jebakan berlebihan yang selalu salah sasaran. Namun di balik semua kegilaan tersebut, film menyelipkan kritik terhadap keserakahan korporasi, budaya konsumsi, dan perusahaan yang sengaja menjual produk rusak kepada pelanggan setia.

DNEG mengerjakan efek visual serta animasi karakter utama, dengan seniman 2D membuat pose dan ekspresi sebagai panduan sebelum gerakannya dikembangkan dalam tiga dimensi. Produksi juga memakai boneka Wile E. berukuran asli agar Will Forte, Lana Condor, serta pemain lain mempunyai patokan pandangan ketika berinteraksi dengannya.

Coyote vs Acme (2026)
Coyote vs Acme (2026) | © Ketchup Entertainment

Hasilnya tidak selalu mencapai kesempurnaan Who Framed Roger Rabbit, tetapi karakter kartunnya cukup meyakinkan berada di ruang yang sama dengan manusia. Para aktor juga bermain dengan komitmen penuh, seolah melihat coyote, burung, lubang portabel, dan benda jatuh dari langit adalah bagian normal dari kehidupan sehari-hari. 

Klimaks Ubah Nostalgia Menjadi Emosi

Bagian akhir bergerak dari pengadilan menuju sidang kongres, tempat Kevin berusaha membuktikan bahwa para karakter kartun pantas diperlakukan sebagai makhluk hidup, bukan alat uji. Road Runner akhirnya hadir sebagai saksi dan mengakui bahwa ia sebenarnya peduli kepada Wile E., mengubah rivalitas tanpa akhir mereka menjadi hubungan aneh yang ternyata memiliki hati. 

Momen tersebut bisa menggugah nostalgia sekaligus air mata, terutama bagi generasi yang tumbuh melihat Coyote jatuh dari tebing setiap minggu. Wile E. akhirnya memilih tidak menghancurkan Road Runner, lalu memakai jebakannya untuk mempermalukan Buddy dan Foghorn, memberi payoff lucu sekaligus emosional.

Coyote vs Acme (2026)
Coyote vs Acme (2026) | © Ketchup Entertainment

Coyote vs. Acme berhasil menjadi film keluarga yang sangat konyol tanpa kehilangan kecerdasan dan rasa hormat terhadap sejarah Looney Tunes. Kritikus menyambutnya dengan positif, sementara Metacritic memberi skor 77 dan IMDb mencatat rating sekitar 7,6, membuktikan bahwa kegigihan Wile E. masih relevan bagi penonton modern. 

Kelebihannya ada pada Will Forte, Lana Condor, permainan satir John Cena, kombinasi animasi dengan live-action, serta karakter klasik yang dipakai lebih dari sekadar cameo. Kekurangannya hanya pacing yang sesekali melambat dan jumlah karakter nostalgia yang mungkin terasa terlalu ramai bagi penonton baru.



Coyote vs Acme – Movie Info

Scroll to Top