Review Series – Wednesday S1 (2022)

Wednesday S1; Gadis Dingin, Sekolah Monster, dan Misteri Berdarah

Wednesday Season 1 adalah series supernatural mystery Netflix yang diciptakan Alfred Gough dan Miles Millar berdasarkan karakter ciptaan Charles Addams. Season pertamanya terdiri dari delapan episode yang dirilis serentak pada 23 November 2022, dengan empat episode disutradarai Tim Burton.

Wednesday Addams dikeluarkan dari sekolah setelah melepaskan piranha hidup ke kolam renang sebagai balasan kepada para pemain polo air yang merundung adiknya, Pugsley. Gomez dan Morticia kemudian memindahkannya ke Nevermore Academy, sekolah untuk para outcast berkekuatan supernatural yang berlokasi dekat kota Jericho.

Nevermore Academy dan Kehidupan Wednesday yang Berubah Total
Wednesday S1 (2022)
Wednesday S1 (2022) | © Netflix

Wednesday datang ke Nevermore dengan sikap dingin, mandiri, dan keyakinan bahwa ia tidak membutuhkan teman atau bantuan siapa pun. Rencana kaburnya perlahan terganggu ketika serangkaian pembunuhan brutal terjadi di sekitar sekolah, sementara penglihatan psikisnya mulai memperlihatkan potongan masa lalu Jericho. 

Penglihatannya muncul ketika menyentuh orang atau benda tertentu, tetapi informasi yang diberikan sering tidak lengkap dan mudah ditafsirkan secara keliru. Kemampuan itu membuat Wednesday terlihat istimewa, tetapi tidak otomatis mengubahnya menjadi detektif sempurna karena ia beberapa kali menuduh orang yang salah.

Misteri Jericho Jadi Mesin Utama Cerita
Wednesday S1 (2022)
Wednesday S1 (2022) | © Netflix

Penyelidikan Wednesday bergerak dari kematian Rowan, gambar monster milik Xavier, gua rahasia, kelompok Nightshades, hingga sejarah Joseph Crackstone dan leluhurnya, Goody Addams. Setiap episode membuka kepingan baru yang menyatukan konflik Nevermore, kebencian warga Jericho terhadap outcast, serta monster yang dapat berubah menjadi manusia.

Struktur misterinya cukup menghibur dan efektif membuat satu episode terasa selesai terlalu cepat. Sayangnya, beberapa red herring terlalu terang dan Wednesday berkali-kali membuat kesimpulan keliru, sehingga kecerdasannya kadang disesuaikan dengan kebutuhan plot agar misteri bertahan hingga episode terakhir.

Jenna Ortega Berhasil hidupkan Wednesday yang Ikonik
Wednesday S1 (2022)
Wednesday S1 (2022) | © Netflix

Jenna Ortega membawa Wednesday sebagai gadis remaja yang tenang, protektif, sangat mandiri, dan selalu terlihat beberapa langkah lebih siap daripada orang lain. Tatapan tanpa emosi, humor datar, postur tubuh kaku, serta cara bicaranya yang tajam membuat karakter tersebut terasa mengancam tanpa perlu berteriak.

Ortega juga menyiapkan perannya dengan belajar cello, anggar, panahan, kano, dan bahasa Jerman, bahkan ikut menyusun koreografi tarian ikonik di pesta Rave’N. Performanya mendapatkan pujian luas dan kerap dianggap sebagai elemen utama yang mengangkat materi teen mystery yang sebenarnya cukup familiar.

Enid Sinclair, Warna Cerah di Samping Dunia Hitam Wednesday
Wednesday S1 (2022)
Wednesday S1 (2022) | © Netflix

Emma Myers tampil sangat meyakinkan sebagai Enid Sinclair, manusia serigala ceria yang belum pernah mengalami transformasi lalu ditempatkan sekamar dengan Wednesday. Penampilannya yang penuh warna, kebiasaan mengobrol, dan keinginannya berteman menjadi kebalikan sempurna dari Wednesday yang alergi terhadap kedekatan emosional.

Chemistry mereka menjadi jantung season pertama karena hubungan itu tumbuh dari dua orang yang hampir selalu bertolak belakang. Wednesday jarang mengungkapkan kepedulian secara terbuka, tetapi tindakan protektifnya membuktikan bahwa Enid perlahan berhasil menembus pertahanan emosionalnya.

Thing sukses menjadi teman sekaligus partner investigasi yang ekspresif meskipun hanya berbentuk tangan tanpa tubuh. Victor Dorobantu memerankannya menggunakan kostum chroma key yang kemudian dihapus, membuat gerakan jari Thing terasa hidup dan sering lebih emosional daripada karakter manusia lain.

Wednesday S1 (2022)
Wednesday S1 (2022) | © Netflix

Gwendoline Christie sangat pas sebagai Larissa Weems yang tegas dan sulit dipercaya, sedangkan Christina Ricci membawa aura mencurigakan sebagai Marilyn Thornhill. Xavier, Bianca, Eugene, Ajax, dan Tyler cukup memperluas dunia sekolah, meski sebagian dari mereka masih terasa tipis karena terlalu banyak ruang digunakan untuk love triangle serta pengalihan tersangka.

Atmosfer Gothic Menjual Dunia Penuh Misteri

Nevermore Academy tampil megah melalui arsitektur gothic, jendela warna-warni, patung mengerikan, lorong gelap, dan halaman sekolah yang selalu terlihat muram. Pengambilan gambar season pertama dilakukan di Rumania, termasuk Cantacuzino Castle sebagai eksterior Nevermore, sementara kota Jericho dibangun di Buftea Studios. 

Penggunaan warna gelap sangat cocok dengan kepribadian Wednesday, sedangkan kamar Enid menjadi kontras melalui dekorasi cerah dan penuh warna. Pengaruh Tim Burton terasa kuat dalam desain makhluk, kostum, komposisi gambar, dan perpaduan antara sesuatu yang menyeramkan dengan humor aneh.

Wednesday S1 (2022)
Wednesday S1 (2022) | © Netflix

Hyde memiliki desain besar, mata melotot, gerakan liar, dan wajah yang sengaja terlihat tidak manusiawi. CGI-nya memang belum selalu realistis, tetapi masih cukup memuaskan untuk membangun ancaman setiap kali monster tersebut muncul dari hutan.

Transformasi Enid menjadi manusia serigala juga memberi payoff emosional karena terjadi ketika Wednesday berada dalam bahaya. Pertarungan Enid dan Tyler dalam wujud Hyde bukan sekadar duel monster, tetapi pembuktian bahwa Enid akhirnya mampu menerima kekuatannya sekaligus melindungi sahabatnya.

Danny Elfman dan Chris Bacon membangun identitas musik yang gothic, jenaka, dan terasa satu dunia dengan visual Tim Burton. Aransemen cello untuk lagu populer serta komposisi klasik membuat kehidupan Nevermore terdengar elegan sekaligus sedikit mengancam.

Wednesday S1 (2022)
Wednesday S1 (2022) | © Netflix

Adegan tarian Wednesday menjadi salah satu momen paling memorable karena gerakannya aneh, kaku, dan sangat sesuai dengan karakternya. Ortega menyusun koreografinya dengan inspirasi dari Siouxsie Sioux, Bob Fosse, dan rekaman klub gothic era 1980-an.

Ending Memuaskan, Konsekuensi Menyakitkan

Marilyn Thornhill akhirnya terungkap sebagai Laurel Gates, perempuan yang memanfaatkan Tyler sebagai Hyde untuk mengumpulkan bagian tubuh dan membangkitkan Joseph Crackstone. Rencananya bertujuan memusnahkan kaum supernatural, sementara Tyler selama ini memainkan kedekatannya dengan Wednesday untuk menutupi identitas aslinya.

Wednesday S1 (2022)
Wednesday S1 (2022) | © Netflix

Wednesday bersama Bianca berhasil membunuh Crackstone, Eugene menghentikan Laurel dengan kawanan lebah, dan Enid mengalahkan Tyler setelah berubah menjadi serigala. Larissa Weems sayangnya tewas diracuni Laurel, sedangkan Tyler kemudian ditahan dan terlihat kembali berubah menjadi Hyde di kendaraan tahanan.

Mystery Remaja yang Menang Besar Berkat Wednesday dan Enid

Season pertama ini sangat menghibur karena memadukan misteri pembunuhan, kehidupan sekolah, humor gelap, monster, dan konflik antara outcast dengan normie. Plotnya tidak selalu sulit ditebak dan beberapa karakter belum cukup dalam, tetapi atmosfer Nevermore serta performa para pemain membuat delapan episodenya sangat mudah ditamatkan.

Wednesday S1 (2022)
Wednesday S1 (2022) | © Netflix

Jenna Ortega berdiri sebagai pusat gravitasi, sementara Emma Myers memberi kehangatan yang dibutuhkan agar cerita tidak berubah menjadi pertunjukan sarkasme tanpa hati. Ending-nya memuaskan, tetapi kemunculan pesan dari stalker misterius dan transformasi Tyler meninggalkan pintu terbuka untuk teror selanjutnya.

Misterinya seru, visualnya gothic, persahabatan Wednesday dan Enid menghangatkan cerita, sedangkan Jenna Ortega sukses membuat Wednesday Addams menjadi ikon baru yang dingin tetapi sulit berhenti dipandangi.



Wednesday S1 – Series Info

Scroll to Top