Sebelum Nonton, Kenalan Dulu Sama Milly Alcock Supergirl Baru

Milly Alcock Supergirl: Dari Rhaenyra Targaryen ke Kara Zor-El, Ini Alasan DCU Punya “Girl of Steel” yang Lebih Liar

Kenal Milly Alcock dari House of the Dragon, siap-siap melihat dia naik level dari pewaris takhta Westeros menjadi salah satu karakter kosmik paling menarik di DC Universe.

Milly Alcock resmi memerankan Kara Zor-El alias Supergirl di DCU, pertama muncul dalam Superman 2025, lalu menjadi pemeran utama film Supergirl yang dijadwalkan rilis di Amerika Serikat pada 26 Juni 2026. 

Menariknya, Supergirl versi baru ini bukan sekadar “Superman versi perempuan” yang cerah, manis, dan penuh senyum.

Milly Alcock Supergirl
Milly Alcock Supergirl (2026) | © Warner Bros

Film Supergirl garapan Craig Gillespie dan ditulis Ana Nogueira mengambil inspirasi besar dari komik Supergirl: Woman of Tomorrow, dengan cerita Kara yang lebih terluka, lebih sinis, lebih keras, dan melakukan perjalanan lintas galaksi dalam misi balas dendam.

Siapa Milly Alcock? Aktris Australia yang Kariernya Naik Cepat

Milly Alcock bernama lengkap Amelia May Alcock, lahir pada 11 April 2000 di Sydney, Australia. Ia mulai aktif berakting sejak 2013 dan tumbuh sebagai salah satu talenta muda Australia yang pelan-pelan mencuri perhatian lewat berbagai proyek televisi sebelum akhirnya dikenal global.

Debut televisinya terjadi lewat episode serial komedi romantis Wonderland pada 2014. Setelah itu, ia muncul di berbagai proyek seperti High Life, Janet King, Fighting Season, A Place to Call Home, Pine Gap, Les Norton, serta film pertamanya The School pada 2018. 

Milly Alcock di Upright
Milly Alcock di Upright | © Sky

Sebelum Westeros mengenalnya, Milly lebih dulu mendapat perhatian besar lewat serial Australia Upright. Dalam serial comedy-drama ini, ia memerankan Meg, remaja runaway yang melakukan perjalanan panjang melintasi Australia bersama karakter yang diperankan Tim Minchin.

Perannya di Upright membuat Milly mendapat nominasi “Best Comedy Performer” di AACTA Awards dan ikut memperlihatkan kemampuan yang nantinya sangat penting untuk Supergirl: ia bisa bermain kasar, rapuh, sarkastik, lucu, dan emosional tanpa terasa dibuat-buat. 

Nama Milly Alcock benar-benar meledak saat ia memerankan Young Rhaenyra Targaryen dalam House of the Dragon. Walau hanya tampil sebagai versi muda Rhaenyra sebelum peran itu dilanjutkan Emma D’Arcy, Milly berhasil meninggalkan kesan besar lewat karakter bangsawan muda yang keras kepala, kesepian, penuh ambisi, tapi juga sangat manusiawi. 

Milly Alcock di House of Dragon
Milly Alcock di House of Dragon | © HBO

Perannya sebagai Rhaenyra membuatnya mendapat nominasi Critics’ Choice Television Award untuk “Best Supporting Actress” in a Drama Series. Ini penting karena dari sana publik melihat bahwa Milly punya “screen presence” yang tidak biasa; diamnya bisa terasa menantang, tatapannya bisa penuh luka, dan emosinya bisa meledak tanpa harus berteriak terus.

Setelah House of the Dragon, Milly sempat muncul di proyek seperti Sirens pada 2025. Ia kemudian masuk ke DCU lewat kemunculan singkat sebagai Supergirl dalam film Superman 2025, yang menegaskan bahwa Kara Zor-El versi Milly hidup di universe baru garapan James Gunn dan Peter Safran. 

James Gunn pernah menyebut bahwa ia terkesan dengan audisi dan screen test Milly untuk Supergirl. Gunn juga menjelaskan bahwa Kara punya latar belakang yang sangat berbeda dari Clark Kent: Clark dibesarkan oleh orang tua penuh kasih di Bumi, sementara Kara membawa trauma jauh lebih berat dari kehancuran Krypton.

Milly Alcock Cocok Jadi Supergirl?
Milly Alcock Supergirl
Milly Alcock Supergirl (2026) | © Warner Bros

Secara casting, Milly Alcock terasa cocok karena Supergirl versi DCU butuh aktris yang bisa memainkan karakter penuh dualitas. Kara adalah Kryptonian superkuat, tapi juga seorang penyintas yang menyimpan luka besar; ia bisa terlihat cuek dan liar, tapi di dalamnya ada rasa kehilangan yang belum selesai.

Pengalaman Milly sebagai Rhaenyra sangat relevan di sini. Rhaenyra juga karakter muda yang hidup di bawah ekspektasi besar, membawa beban keluarga, dan sering harus terlihat kuat padahal emosinya berantakan; itu modal bagus untuk memainkan Kara yang bukan superhero “bersih”, melainkan sosok kosmik yang sedang mencari arah. 

Milly Alcock Supergirl
Milly Alcock Supergirl (2026) | © Warner Bros

Supergirl versi Milly bukan tipe Kara yang hanya datang untuk tersenyum, menyelamatkan orang, lalu terbang cantik ke matahari. Deskripsi film menyebut Kara melakukan perjalanan galaksi bersama anjingnya, Krypto, bertemu Ruthye Marye Knoll, lalu terlibat tragedi yang membawanya pada “murderous quest for revenge”. 

Karakter ini digambarkan lebih jaded dibanding Superman karena ia tumbuh di sisa-sisa Krypton yang hancur dan melihat orang-orang di sekitarnya mati. Bahkan James Gunn membayangkan Supergirl sebagai karakter yang “pixie-ish” tetapi sangat attitudinal, sementara Gunn dan Gillespie sama-sama menyebut versi ini memiliki warna antihero. 

Film Supergirl mengambil fondasi dari komik Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King dan Bilquis Evely. Dalam materi sumbernya, Kara membantu Ruthye mengejar Krem of the Yellow Hills, sosok yang membunuh ayah Ruthye, dan perjalanan itu menjadi eksplorasi besar tentang trauma, kemarahan, keadilan, dan apakah balas dendam benar-benar menyembuhkan.

Milly Alcock Supergirl
Milly Alcock Supergirl (2026) | © Warner Bros

Ana Nogueira menjelaskan bahwa adaptasi film mempertahankan esensi Kara dan hubungannya dengan Ruthye, meski tentu ada perubahan struktur agar cocok sebagai film DCU. Milly sendiri menyebut ia jatuh cinta pada dunia visual dan cara Kara bergerak dalam cerita Woman of Tomorrow, yang terasa berbeda dari karakter superhero biasa. 

Selain Milly Alcock, film Supergirl juga dibintangi Eve Ridley sebagai Ruthye, Matthias Schoenaerts sebagai Krem, David Krumholtz sebagai Zor-El, Emily Beecham sebagai Alura, serta Jason Momoa sebagai Lobo. David Corenswet juga tercatat hadir sebagai Superman, memperkuat posisi film ini sebagai bagian penting dari DCU Chapter One: Gods and Monsters

Milly Alcock Supergirl
Milly Alcock Supergirl dan Krem of the Yellow Hills( | © Warner Bros

Dengan kata lain, Supergirl bukan proyek sampingan kecil. Ini adalah film kedua DCU setelah Superman, dan bisa menjadi pembuka dunia kosmik DC yang lebih aneh, brutal, dan luas, tempat Kara bukan hanya sepupu Superman, tapi karakter utama dengan luka dan mitologinya sendiri. 

Perjalanan Milly Alcock menuju Supergirl terasa seperti naik tangga yang cepat tapi masuk akal: dari aktris muda Australia, mencuri perhatian di Upright, meledak lewat House of the Dragon, lalu dipercaya membawa salah satu karakter penting DCU.

Ia punya kombinasi wajah muda, aura pemberontak, emosi mentah, dan intensitas yang cocok untuk Kara Zor-El versi lebih kompleks. 

Kalau filmnya berhasil, Supergirl versi Milly bisa menjadi salah satu karakter DCU paling fresh: bukan simbol harapan yang rapi seperti Superman, tapi survivor kosmik yang berantakan, marah, lucu, dan pelan-pelan belajar apa arti menjadi pahlawan.

Dan jujur, untuk era baru DC yang butuh identitas kuat, Supergirl yang “tidak terlalu baik-baik saja” ini terdengar jauh lebih menarik.

Scroll to Top