
Other Mommy; Ibu Palsu Ini Jelas Bukan Milik Manusia
Other Mommy adalah film supernatural psychological horror Amerika tahun 2026 yang disutradarai Rob Savage dan ditulis Nathan Elston berdasarkan novel Incidents Around the House karya Josh Malerman. Film berdurasi 93 menit ini dibintangi Jessica Chastain, Jay Duplass, Arabella Olivia Clark, Dichen Lachman, Arian Moayed, dan Karen Allen, lalu dirilis di Amerika Serikat pada 9 Oktober 2026.

Ceritanya mengikuti Bela Martin, anak perempuan yang tinggal bersama ibunya, Ursula, dan ayahnya, Russ, di tengah kondisi rumah tangga yang semakin renggang. Bela kemudian bertemu entitas menyerupai Ursula yang keluar dari tempat gelap, meminta izin masuk ke dalam hatinya, dan perlahan mencoba mengambil alih kehidupannya.
Terornya Terasa Lebih Dekat dalam Perspektif Anak
Film menempatkan Bela sebagai pusat pengalaman, sehingga ancaman OtherMommy awalnya terlihat seperti teman imajiner yang lahir dari rasa sepi seorang anak. Masalahnya, sosok tersebut mampu mengubah bentuk, memanipulasi ruang, dan memanfaatkan kegelisahan Bela terhadap hubungan orang tuanya untuk mendapatkan kepercayaan.
Ide ini sebenarnya sangat menyeramkan karena anak kecil belum mampu membedakan perhatian tulus dari manipulasi emosional. OtherMommy tidak langsung meminta Bela menyerahkan tubuhnya, tetapi menggoda dengan janji kasih sayang, rasa aman, dan kehidupan tanpa rasa sakit.

Ibu dan Monster Sekaligus
Jessica Chastain memainkan dua peran sebagai Ursula dan entitas yang meniru penampilannya. Ursula terlihat lelah, sibuk mengejar karier, dan terus bertabrakan dengan Russ, sedangkan OtherMommy memakai wajah yang sama dengan senyum lebih kaku serta gerakan tubuh yang terasa tidak manusiawi.
Perbedaan keduanya paling efektif ketika film tidak memakai perubahan visual besar dan hanya membiarkan gestur Chastain menciptakan ketidaknyamanan. Tatapan terlalu lama, tubuh yang tertekuk, serta cara OtherMommy berbicara lembut membuat kita langsung tahu bahwa Bela sedang berhadapan dengan sesuatu yang salah.

Chastain juga cukup berhasil membawa Ursula sebagai ibu yang tidak selalu mudah disukai, tetapi tetap manusiawi. Konfliknya mengenai kebebasan, karier, pernikahan, dan penyesalan menjadi bahan bakar bagi monster yang terus mencoba membuktikan bahwa Ursula tidak pernah benar-benar menginginkan putrinya.
Arabella Olivia Clark Tanggung Beban Emosional Besar
Arabella Olivia Clark tampil meyakinkan sebagai Bela, anak tujuh tahun yang harus menghadapi monster sekaligus keretakan keluarganya. Kepanikan, kebingungan, dan rasa ingin dicintainya cukup natural, membuat karakter ini terasa seperti korban yang mudah dimanipulasi tanpa harus dibuat terus-menerus berteriak.

Sayangnya, film bergerak terlalu cepat untuk benar-benar masuk ke pikiran Bela dan menggali dampak psikologis dari seluruh pengalaman tersebut. Sejumlah kritik juga menilai hubungan keluarga Martin hanya disentuh di permukaan, padahal dinamika mereka seharusnya menjadi fondasi utama teror.
Pintu Masuk sang Iblis di Keluarga
Jay Duplass membawa Russ sebagai ayah yang lebih sering mengurus Bela di rumah, sementara Ursula terlihat semakin jauh secara emosional. Hubungan mereka diperburuk oleh kecurigaan perselingkuhan dan kehadiran Frank, membuat Other Mommy semakin mudah menyisipkan kebohongan ke dalam pikiran Bela.
Konflik ini memberi pesan menarik bahwa monster tidak selalu menciptakan keretakan dari nol, tetapi masuk melalui luka yang sudah ada. Sayangnya, drama rumah tangganya belum berkembang secara halus karena beberapa rahasia hanya digunakan sebagai pemicu satu adegan horor sebelum cerita berlari menuju lokasi berikutnya.

Monster Lebih Mengerikan Saat Minim Bergerak
Other Mommy paling efektif saat hanya terlihat samar di dalam lemari, bersembunyi di bawah meja, atau memakai wajah Ursula dengan ekspresi kosong. Citra tubuh yang melengkung dan posisi manusia yang tidak wajar menciptakan beberapa gambaran mengganggu, bahkan trailer pertamanya sempat menarik perhatian besar karena desain makhluk tersebut.
Ketika monster mulai tampil terlalu lama dan menyerang secara terbuka, rasa misterinya perlahan berkurang. Film menjelaskan sejak awal bahwa entitas tersebut menginginkan kehidupan manusia, sehingga penonton kehilangan kesempatan untuk menerka motivasi maupun aturan ancamannya sendiri.

Rob Savage mengarahkan film sebagai perjalanan cepat yang terus memindahkan Bela dari satu serangan menuju serangan berikutnya. Pesta keluarga, rumah Frank, restoran mal, rumah nenek, dan ruang ritual menjadi rangkaian arena baru bagi Other Mommy untuk memperlihatkan kemampuannya.
Pendekatan tersebut membuat film jarang membosankan, tetapi ketegangannya terasa seperti wahana yang terus membunyikan alarm tanpa memberi waktu bagi rasa takut untuk tumbuh. Beberapa ulasan menilai jumpscare dan gore lebih dominan daripada pembangunan karakter, menghasilkan pengalaman yang sesekali menyeramkan tetapi sulit menyatu menjadi horor psikologis utuh.
Ritual Eksorsisme Berakhir Sangat Kacau

Karen Allen sebagai Grandma Ruth memberi sedikit kedalaman melalui nasihat bahwa rasa sakit merupakan bagian dari kehidupan yang harus diterima, bukan dihapus. Keluarga tersebut kemudian meminta bantuan tim investigasi gaib, tetapi ritual mereka runtuh ketika Other Mommy membuktikan dirinya jauh lebih kuat daripada perkiraan semua orang.
Dichen Lachman turut memberi warna sebagai Lois, salah satu sosok yang mencoba melawan entitas tersebut. Namun tim supernatural ini lebih terasa seperti tambahan untuk menaikkan jumlah korban daripada karakter yang benar-benar memperluas mitologi monster.
Hangat Tapi Terlalu Dangkal
Pada klimaksnya, Ursula mengakui bahwa kehamilan Bela dahulu membuatnya merasa kehilangan kebebasan, tetapi ia tetap mencintai putrinya dan memilih merawatnya. Bela sempat meminta Other Mommy masuk ke dalam hatinya, lalu mengingat nasihat Ruth dan akhirnya menolak sang entitas sampai monster tersebut dikalahkan.

Penyelesaian itu pas secara tema karena Bela memilih menerima rasa sakit daripada hidup nyaman di bawah manipulasi monster. Namun kemenangan tersebut terasa terlalu cepat setelah film menghabiskan banyak waktu menunjukkan bahwa senjata, peluru, ritual, dan pelarian tidak mampu menghentikan Other Mommy.
Other Mommy punya premis menarik, performa ganda Jessica Chastain, dan beberapa gambaran monster yang benar-benar mengganggu. Sayangnya, pace terlalu cepat, ketergantungan pada jumpscare, serta pengembangan keluarga yang dangkal membuat film gagal mencapai potensi psikologis dari materi novelnya.
Respons kritikus cenderung negatif, dengan 20 persen ulasan di Rotten Tomatoes bernada positif dan Metacritic memberi skor 39 dari 100, sedangkan IMDb mencatat rating pengguna sekitar 5,6. Angka tersebut cukup menggambarkan film horor yang mempunyai sejumlah kejutan efektif, tetapi terlalu berisik dan terburu-buru untuk meninggalkan mimpi buruk mendalam.




