Suka Resident Evil? 5 Film Zach Cregger Ini Wajib Kamu Tonton
Resident Evil 2026 berhasil mengubah perjalanan seorang kurir medis biasa menuju Raccoon City menjadi survival horror yang penuh monster, amunisi terbatas, pintu terkunci, dan kepanikan yang terasa seperti sesi bermain game. Di balik kekacauan tersebut ada Zach Cregger, mantan komedian yang kini berkembang menjadi salah satu nama paling menarik dalam perfilman horor modern.
Film tersebut mengikuti Bryan Hodukavich, karakter yang tidak punya latihan tempur dan sering gagal memakai berbagai senjata yang ditemukannya. Pendekatan ini memperlihatkan ciri khas Cregger: tokoh biasa masuk ke situasi aneh, membuat keputusan manusiawi, lalu menyadari masalah yang sebenarnya ternyata jauh lebih besar.
Sebelum maraton dimulai, perlu diketahui bahwa daftar ini tidak hanya berisi film yang disutradarai Cregger sendirian. Beberapa merupakan proyek yang ia tulis, produksi, isi suaranya, atau kerjakan bersama kelompok komedi The Whitest Kids U’ Know, sehingga kita bisa melihat perjalanan kreatifnya dari komedi absurd menuju horor berdarah.
1. Barbarian (2022)

Kalau hanya memilih satu film setelah Resident Evil, langsung putar Barbarian, debut penyutradaraan solo Cregger yang mengikuti Tess saat menemukan rumah sewa di Detroit ternyata sudah ditempati pria asing bernama Keith. Situasinya sudah tidak nyaman sejak awal, tetapi ancaman sebenarnya tersembunyi jauh di bawah rumah dan membawa cerita menuju arah yang hampir mustahil ditebak.
Hubungannya dengan Resident Evil terlihat dari penggunaan bangunan sebagai labirin berbahaya, lorong gelap, informasi terbatas, serta protagonis yang harus terus bergerak meski nalurinya menyuruh kabur. Cregger sengaja membuat penonton merasa sudah memahami jenis film yang sedang ditonton, kemudian menarik karpetnya dan memperlihatkan mimpi buruk yang sama sekali berbeda.
Barbarian juga menjadi bukti bahwa Cregger tidak membutuhkan monster muncul terus-menerus untuk menciptakan rasa takut. Suara dari ruangan lain, tangga menuju kegelapan, dan keputusan membuka pintu bisa terasa lebih mengerikan daripada adegan aksi besar dengan puluhan makhluk.
2. Weapons (2025)

Weapons dimulai ketika 17 anak dari kelas yang sama meninggalkan rumah pada pukul 02.17 dan menghilang secara bersamaan, sementara hanya satu murid yang tetap tinggal. Misterinya diceritakan melalui beberapa perspektif, termasuk guru kelas, orang tua murid, polisi, kepala sekolah, dan warga yang semakin kehilangan kendali.
Film ini terasa lebih besar dan rumit daripada Barbarian, tetapi masih mempertahankan kemampuan Cregger mengubah detail kecil menjadi sesuatu yang sangat mengganggu. Setiap perpindahan sudut pandang memberi potongan baru tanpa langsung menjelaskan semuanya, membuat penonton terus menyusun teka-teki sambil menunggu jawaban yang mungkin tidak ingin mereka lihat.
Austin Abrams, pemeran Bryan dalam Resident Evil, juga tampil di Weapons, sehingga film ini menjadi jembatan paling jelas antara dua proyek tersebut. Kesuksesan kritis dan komersialnya semakin memperkuat reputasi Cregger sebagai pembuat horor yang mampu menggabungkan misteri, komedi gelap, trauma komunitas, dan ledakan kekerasan tanpa kehilangan identitas.
3. Companion (2025)

Cregger tidak menyutradarai Companion, tetapi ia menjadi salah satu produser film thriller fiksi ilmiah yang ditulis dan disutradarai Drew Hancock. Ceritanya mengikuti Iris dan Josh dalam liburan bersama teman-teman di sebuah rumah dekat danau, sebelum terungkap bahwa salah satu tamunya adalah robot pendamping yang kehidupan serta emosinya dikendalikan orang lain.
Kesamaannya dengan karya Cregger hadir melalui struktur yang terus berubah, humor gelap, dan informasi penting yang sengaja ditahan sampai waktu paling efektif. Filmnya kelihatan seperti drama hubungan yang sedikit mencurigakan, kemudian berkembang menjadi survival thriller tentang kendali, teknologi, kesadaran, dan orang-orang egois yang merasa semua hal bisa diprogram.
Kalau menyukai bagian kocak dalam Resident Evil ketika Bryan bereaksi gugup terhadap monster dan situasi mustahil, Companion menawarkan keseimbangan serupa. Ketegangannya serius, tetapi karakter-karakternya cukup absurd untuk menghasilkan tawa yang muncul tepat saat kita sedang merasa tidak nyaman.
4. Mars (2024)

Untuk memahami kemampuan komedi Cregger, tonton Mars, film animasi dewasa yang ia tulis bersama Trevor Moore dan Sam Brown serta dikerjakan bersama anggota “The Whitest Kids U’ Know.” Premisnya mengikuti kelompok manusia aneh yang mengikuti ekspedisi menuju Mars, lalu menyadari misi tersebut dikendalikan miliarder dengan agenda tersembunyi.
Cregger mengisi suara Kyle Capshaw, calon dokter gigi yang meninggalkan kehidupan aman demi mengejar petualangan di luar angkasa. Ceritanya memakai perjalanan fiksi ilmiah sebagai tempat bermain bagi humor absurd, kritik terhadap miliarder, karakter inkompeten, dan keputusan bodoh yang terus berkembang menjadi bencana.
Walaupun bukan horor, Mars membantu menjelaskan kenapa humor dalam Resident Evil, Barbarian, dan Weapons terasa begitu natural. Cregger memahami bahwa ketakutan dan kelucuan sama-sama bergantung pada ritme, kejutan, serta momen ketika penonton menyadari situasinya jauh lebih gila daripada dugaan awal.
5. The Civil War on Drugs (2011)

Sebelum dikenal sebagai sutradara horor, Cregger ikut menyutradarai dan menulis The Civil War on Drugs bersama Trevor Moore dan kelompok “The Whitest Kids U’ Know.” Film ini berasal dari rangkaian sketsa tentang dua pria kebingungan yang mengira Perang Saudara Amerika terjadi karena persoalan legalisasi tanaman tertentu, lalu mencoba menemui Abraham Lincoln.
Humornya sengaja bodoh, tidak historis, dan penuh karakter yang memahami situasi secara keliru. Namun pola dasarnya sudah menyerupai karya Cregger sekarang: tokoh inkompeten memasuki dunia berbahaya, gagal membaca keadaan, dan tanpa sengaja membuat masalahnya berkembang semakin besar.
Film ini paling cocok ditonton sebagai bahan melihat akar kreativitas Cregger, bukan sebagai pendamping langsung Resident Evil. Produksinya lebih sederhana dan strukturnya terasa seperti kumpulan sketsa panjang, tetapi keberaniannya mengejar ide absurd membantu menjelaskan kenapa film-film horor Cregger sekarang berani melakukan perubahan nada secara ekstrem.

Mulailah dari Barbarian, lanjutkan ke Weapons, lalu tonton Companion untuk mendapatkan paket horror-thriller yang paling dekat dengan energi Resident Evil. Setelah itu, masuklah ke Mars dan The Civil War on Drugs untuk melihat bagaimana latar belakang komedi Cregger membentuk timing, dialog, dan karakter panik dalam film-film horornya.
Yang membuat Zach Cregger menarik bukan sekadar kemampuannya membuat monster atau adegan berdarah, tetapi keberaniannya membiarkan cerita berubah bentuk di tengah jalan. Setelah Resident Evil, film-film ini membuktikan bahwa ciri khas terbesarnya adalah membuat penonton tertawa, merasa aman selama beberapa detik, lalu menjatuhkan mereka ke ruang gelap tanpa memberi petunjuk jalan keluar.




