
Doctor Strange in the Multiverse of Madness; Multiverse Dibuka, Kekacauan Langsung Masuk Tanpa Permisi
Doctor Strange in the Multiverse of Madness adalah film superhero Marvel tahun 2022 yang disutradarai Sam Raimi dan ditulis Michael Waldron, sekaligus menjadi sekuel Doctor Strange tahun 2016 serta film ke-28 dalam Marvel Cinematic Universe. Benedict Cumberbatch kembali sebagai Stephen Strange, ditemani Elizabeth Olsen, Xochitl Gomez, Benedict Wong, Rachel McAdams, dan Chiwetel Ejiofor dalam petualangan berdurasi 126 menit.
Ceritanya mengikuti Doctor Strange yang berusaha melindungi America Chavez, remaja dengan kekuatan membuka portal berbentuk bintang untuk berpindah antarsemesta. Wanda Maximoff memburu America karena ingin mengambil kekuatan tersebut dan mencari semesta tempat ia bisa hidup bersama Billy serta Tommy, dua anak yang pernah ia ciptakan ketika menguasai Westview.

Doctor Strange dan America melintasi multiverse untuk mencari Book of Vishanti, kitab yang dipercaya mampu memberi kekuatan untuk mengalahkan Wanda dan menjadi kebalikan dari Darkhold. Perjalanan itu membawa mereka ke Earth-838, semesta yang tampak lebih maju dan damai, tetapi ternyata menyimpan sejarah gelap tentang Doctor Strange versinya sendiri.
Plotnya padat, cepat, dan terus melempar konsep baru tanpa banyak memberi waktu untuk bernapas. Cara ini membuat film terasa sangat seru, tetapi beberapa bagian juga seperti membuka terlalu banyak tab sekaligus, mulai dari Wanda, America, Christine, Illuminati, Book of Vishanti, incursion, sampai berbagai varian Strange.
America Chavez Punya Potensi Besarnjikan & Scarlet Witch Jadi Villain yang Mengerikan

Xochitl Gomez membawa energi muda yang segar sebagai America Chavez, karakter yang sudah lama hidup sendiri dan takut pada kemampuannya. Perjalanan America dimulai sebagai remaja yang terus berlari dari keunikannya, lalu berkembang menjadi seseorang yang belajar percaya pada kekuatan serta orang-orang di sekelilingnya.
Sayangnya, film belum menggali karakter America sedalam yang seharusnya karena sebagian besar waktunya digunakan untuk menjadikan dirinya target buruan. Latar keluarganya, rasa bersalah setelah tidak sengaja mengirim kedua ibunya ke semesta lain, dan pengalaman hidup berpindah-pindah dunia sebenarnya bisa menjadi drama emosional yang kuat jika diberi ruang lebih panjang.

Benedict Cumberbatch memainkan beberapa versi Stephen Strange dengan sifat dan perjalanan hidup yang berbeda, mulai dari Defender Strange hingga Sinister Strange yang telah dirusak Darkhold. Perbedaan mereka membuktikan bahwa wajah yang sama tidak menjamin pilihan moral yang sama, terutama saat kekuatan besar bertemu ego dan kebutuhan untuk selalu memegang kendali.
Pertemuannya dengan Christine Palmer dari Earth-838 juga memberi penyelesaian emosional bagi Strange yang masih menyimpan penyesalan dari hubungannya di Earth-616. Christine tetap menjadi orang yang sama secara jiwa, tetapi pengalaman hidup yang berbeda membuat Strange sadar bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti mereka harus berakhir bersama.

Elizabeth Olsen adalah bintang paling mencolok dalam film ini karena Wanda tampil seperti gabungan penyihir, monster horor, dan ibu yang tenggelam dalam duka. Darkhold memperbesar rasa kehilangan serta obsesinya sampai ia melihat siapa pun yang menghalangi jalan menuju anak-anaknya sebagai ancaman yang pantas dihancurkan.
Perubahan seorang Avenger menjadi antagonis utama memang terasa mengejutkan, tetapi motivasinya masih bisa dipahami setelah mengikuti tragedi Wanda dalam WandaVision. Film menjelaskan tindakannya melalui kesepian dan korupsi Darkhold, walau transisinya menuju pembunuh brutal kadang terasa terlalu cepat dan berisiko mengulang luka yang sebelumnya sudah ia hadapi.
Satu pertanyaan yang masih menggantung adalah keberadaan ayah Billy dan Tommy di Earth-838 karena film tidak pernah memperlihatkannya. Tidak jelas apakah pasangan Wanda di semesta tersebut adalah Vision, manusia biasa, atau memang sengaja dihilangkan agar konflik tetap berpusat pada Wanda dan anak-anaknya.
Sam Raimi Membawa Horor ke Dalam Mesin Besar Marvel

Sentuhan Sam Raimi terasa kuat melalui pergerakan kamera agresif, transisi teatrikal, sudut pandang aneh, possession, mayat hidup, dan adegan Wanda mengejar karakter seperti pembunuh dalam film slasher. Film ini bukan horor murni, tetapi punya cukup banyak gambaran menyeramkan untuk membuatnya terasa berbeda dari produk Marvel yang biasanya lebih aman.
Pembantaian Illuminati menjadi contoh paling jelas ketika Scarlet Witch membunuh para anggota tim tersebut dengan cara brutal dan kreatif. Adegan itu mungkin mengecewakan penonton yang berharap para cameo mendapat peran besar, tetapi sangat efektif untuk menunjukkan bahwa Wanda bukan ancaman yang bisa dihentikan lewat pidato heroik.

Transisi taman indah Wanda menjadi lanskap merah menyala adalah salah satu visual paling mengesankan karena langsung menggambarkan betapa berbahayanya Chaos Magic. Dalam beberapa detik, ketenangan palsu runtuh dan identitas Scarlet Witch sebagai dalang teror terbuka dengan cara elegan sekaligus mengancam.
Serangan Wanda ke Kamar-Taj juga memuaskan karena menggabungkan perisai sihir, meriam, pantulan, telepati, dan kehancuran berskala besar. Film memiliki sekitar 2.000 shot efek visual, dengan berbagai studio mengerjakan rangkaian tersebut, termasuk perjalanan Strange dan America menembus semesta yang tubuh serta lingkungannya terus berubah.
Kemenangan yang Dibayar dengan Konsekuensi

America akhirnya mampu mengendalikan kekuatannya setelah Strange memilih mempercayainya, bukan mengambil alih seperti yang dilakukan beberapa varian dirinya. Ia tidak mengalahkan Wanda dengan pukulan lebih kuat, tetapi membawa Scarlet Witch menemui Billy dan Tommy di Earth-838 agar Wanda melihat ketakutan anak-anak tersebut terhadap dirinya.
Wanda kemudian menyadari kesalahannya, menghancurkan Mount Wundagore, dan memusnahkan seluruh salinan Darkhold di setiap semesta. Penyelesaiannya cukup memuaskan karena Wanda tidak sekadar dikalahkan, melainkan sadar setelah counterpart-nya tidak menghakimi dan menunjukkan bahwa kasih seorang ibu tidak seharusnya menghancurkan keluarga lain.
Munculnya mata ketiga pada Doctor Strange menjadi harga yang harus dibayar akibat menggunakan Darkhold dan melakukan dreamwalking melalui tubuh mayat variannya. Mata tersebut bukan sekadar tanda kekuatan bertambah, tetapi peringatan bahwa sihir terlarang selalu meninggalkan konsekuensi, bahkan ketika digunakan untuk menyelamatkan dunia.

Doctor Strange in the Multiverse of Madness adalah film Marvel yang visualnya liar, pertarungannya memuaskan, dan atmosfer horornya terasa berani. Kelemahannya ada pada plot yang sesak, pengembangan America yang belum dalam, serta perubahan Wanda yang kadang terasa terlalu cepat, tetapi performa Elizabeth Olsen dan gaya Sam Raimi berhasil menjaga film tetap menggigit.
Film ini meraup sekitar 955,8 juta dolar secara global dan menerima respons kritikus yang cukup positif, meski penonton terbagi soal naskah, karakterisasi, serta penggunaan CGI yang sangat dominan. Buat yang menyukai sihir, multiverse, sentuhan horor, dan konflik superhero dengan rasa tragedi, film ini tetap keren serta sangat layak ditonton ulang.





