Review Film – Godzilla Minus One (2023)

Godzilla Minus One ini baru monster yang pantas jadi legenda menakutkan

Setelah melalui berbagai drama dibalik kemenangan mengagumkan di ajang Oscar awal tahun 2024. Ini adalah satu film yangg paling ditunggu dan diperhitungkan sejak kemunculan pertamanya 2023, untuk disaksikan seluruh dunia, walaupun di platform streaming.

Film ini tayang di Jepang dan beberapa bioskop negara terbatas pada Desember 2023. Sayangnya tidak rilis di Indonesia tahun 2023, dan terbentur judul franchise sama, yaitu Godzila X Kong: The New Empire yang baru rilis pada 2024 ini.

Review Godzilla Minus One (2023)
Godzilla Minus One (2023) | © Toho

Akhirnya sudah bisa kita tonton bersama memalui platform streaming Prime Video. Sayang sekali memang, film seperti ini harus disaksikan di layar bioskop yang mewah dan megah, sehingga kita tahu bagaimana Godzilla Minus One bisa memenangkan VFX terbaik di ajak bergengsi dunia.

Ini baru cerita Godzilla asli

Tanpa membandingkan film originalnya 1954 dan waralaba MosterVerse-nya versi Warner Bros dan Legendary Pictures – Hollywood. Godzilla Minus One hadir lebih fresh secara visual maupun ceritanya yg ringan namun sarat arti tanpa perlu meninggalkan identitas asli Godzilla sebagai monster ancaman bagi rakyat Jepang.

Review Godzilla Minus One (2023)
Godzilla Minus One (2023) | © Toho

Cerita berpusat pada Koichi Shikishima (Ryunosuke Kamiki), seorang pilot Kamikaze yg lari dari tugasnya pada akhir periode Perang Dunia II. Dibayangi rasa takut mati dan malu yangg memuncak dia mencoba membangun kehidupannya kembali.

Namun, kepulangannya justru menyadarkannya akan krisis Jepang yang belum berakhir. Terdapat rumor bahwa sesosok monster akan datang ke kota itu, dan pastinya akan memporak porandakan semuanya.

Review Godzilla Minus One (2023)
Godzilla Minus One (2023) | © Toho

Tanpa banyak basa basi, kemunculan sosok Godzilla diperkenalkan sejak awal – opening scene. Keseimbangan drama dan kemunculan Godzilla membabi-buta adalah daya tarik film yang luar biasa.

Keputusan yang berani dan tepat untuk memperlihatkan kepada penonton bahwa film ini memang percaya diri secara visual. Monster laut ini muncul di semua skema, tidak hanya di laut, bahkan kota padat penduduk juga menjadi incarannya.

Visual ketakutan nyata dari sosok Godzilla
Review Godzilla Minus One (2023)
Godzilla Minus One (2023) | © Toho

Penggambaran kota Tokyo yang hancur pasca pengeboman pun terlihat nyata dan meyakinkan. Dampak ketakutan di setiap warga kota Tokyo pun belum sepenuhnya pulih.

Pengadeganan serangan bertubi-tubi dari Godzilla berhasil dieksekusi secara indah namun tampak tragis secara bersamaan. Visualnya mampu membius sekaligus mewakili gambaran getir wajah rakyat Jepang.

Meski visualnya ciamik, juara sesungguhnya adalah penceritaan dramanya yangg kuat akan kemanusiaan dalam menghadapi trauma dan krisis pasca perang. Godzilla hadir tak hanya gambarkan impact pasca pengeboman Perang Dunia II, pula memberi kesempatan kedua bagi Jepang untuk menyikapi sebuah krisis.

Jajaran pemeran bukan hanya pemanis layar

Hal ini didukung oleh jajaran para pemeran yang juga tampil maksimal. Ryunosuke Kamiki mampu menjadi roh yg mambangun jalannya cerita. Penokohan-nya kuat, dipasangkan dgn Minami Hamabe yg tampil manis & memikat. Pula dgn aktor aktris pendukung lainnya yg mampu melebur tanpa beban.

Review Godzilla Minus One (2023)
Godzilla Minus One (2023) | © Toho

Akhir kata, Godzilla Minus One adalah sajian sinema mewah yang patut kita rayakan akan kemajuan film Jepang. Didukung dengan special effect yang sangat mengagumkan tanpa harus meninggalkan ciri khas dramanya yangg sudah menjadi keunggulan.

Salah satu film Jepang, bahkan secara Internasional yang terbaik dan wajib ditonton.



Godzilla Minus One – Movie Info

Scroll to Top