Review Series – Devil May Cry – Season 2 (2026)

Devil May Cry Season 2, Dante vs Vergil Makin Berdarah, Lore Makin Tebal, dan Ini Jelas Bukan Kartun Buat Anak

Season pertama Devil May Cry di Netflix terasa seperti pintu masuk ke dunia Dante yang penuh demon, senjata, dan gaya sok santai yang ngeselin tapi keren, maka Season 2 naik level jadi konflik keluarga yang jauh lebih panas.

Series animasi dewasa ini dibuat dan di-showrun oleh Adi Shankar, diproduksi oleh Studio Mir, dan diadaptasi dari franchise video game Capcom yang terkenal dengan aksi stylish melawan demon. Season pertama tayang pada 3 April 2025, lalu Netflix merilis season kedua pada 12 Mei 2026 dengan total keseluruhan series menjadi 2 season dan 16 episode. 

Devil May Cry -  Season 2
Devil May Cry – Season 2 | © Netflix

Di season ini, fokusnya makin tajam ke Dante, Mary Ann Arkham alias Lady, dan tentu saja Vergil, saudara kembar Dante yang akhirnya mendapat peran besar. Dari berbagai laporan dan pembahasan, season kedua menyorot perang antara dunia manusia dan demon, dengan Dante harus menghadapi kekuatan yang benar-benar mencerminkan dirinya sendiri: saudara kembarnya, Vergil. 

Lore Keluarga Sparda Makin Dalam, Tiap Episode Padat Banget

Season 2 terasa lebih kompleks karena tidak lagi sekadar “Dante memburu demon dan bercanda di sela-sela pertarungan.” Ceritanya mulai menggali hubungan Dante dan Vergil sebagai anak Sparda, termasuk konflik warisan demon, luka masa kecil, kematian Eva, serta posisi mereka di antara dunia manusia dan Makai.

Devil May Cry - Season 2
Devil May Cry – Season 2 | © Netflix

Beberapa recap finale bahkan menjelaskan bahwa season ini membuka lebih banyak sejarah Makai, termasuk konflik lama antara Sparda, Mundus, dan Argosax.

Yang bikin padat, hampir setiap episode punya dorongan cerita yang jelas. Dante tidak cuma jadi antihero cerewet, Vergil bukan cuma “kembaran edgy”, dan Lady juga bukan sekadar karakter pendamping yang bawa senjata besar. Season ini memakai silsilah keluarga dan trauma sebagai bahan bakar utama, jadi konflik personalnya berasa lebih dalam dibanding season pertama.

Tiga Karakter Utama yang Bikin Cerita Makin Panas

Dante tetap jadi pusat hiburan utama: santai, sarkastik, tapi jelas menyimpan luka besar. Johnny Yong Bosch kembali mengisi suara Dante, sementara Scout Taylor-Compton kembali sebagai Mary/Lady, dan Robbie Daymond mengisi suara Vergil. 

Devil May Cry - Season 2
Devil May Cry – Season 2 | © Netflix

Kehadiran mereka bertiga membuat season ini terasa lebih emosional, karena konflik bukan cuma soal menyelamatkan dunia, tapi juga siapa yang bisa dipercaya ketika semua pihak punya agenda masing-masing.

Vergil jelas jadi magnet besar. Dia mengambil jalan yang jauh lebih gelap dibanding Dante, dan beberapa sumber menggambarkan season ini sebagai titik penting rivalitas Dante dan Vergil. 

Sementara Lady/Mary memberi lapisan manusiawi sekaligus tragis, terutama karena hubungannya dengan Dante dan rahasia keluarganya sendiri makin mempengaruhi arah cerita. Finale juga mengungkap Jester sebagai Arkham, ayah Lady, yang membuat konflik personalnya semakin pahit.

Darah, Demon, dan Pertarungan Brutal yang Bukan Buat Bocil
Devil May Cry - Season 2
Devil May Cry – Season 2 | © Netflix

Satu hal yang harus ditegaskan: ini bukan animasi anak-anak. Wikipedia mengklasifikasikan Devil May Cry sebagai adult animation, action, dan urban fantasy. 

Season 2 makin berani menampilkan pertarungan manusia vs demon dengan gaya keras, brutal, dan penuh kehancuran tubuh. Buat pecinta gore dan action berdarah, ini jelas salah satu daya tarik terbesarnya. 

Adegan pertarungan Dante vs Vergil juga jadi highlight yang dipromosikan langsung oleh Netflix melalui klip resmi “Dante vs. Vergil Fight Scene”. Koreografi aksinya tetap memegang DNA game: cepat, stylish, over-the-top, dan kadang seperti video musik metal yang lagi ngamuk. 

Bedanya, season ini lebih terasa punya bobot emosional karena setiap sabetan pedang bukan cuma serangan fisik, tapi juga luapan trauma keluarga.

Villain Gila, Tapi Konflik Keluarga Tetap Jadi Bintang Utama
Devil May Cry - Season 2
Devil May Cry – Season 2 | © Netflix

Season 2 membawa ancaman besar melalui tokoh seperti Arius, Argosax, dan Mundus. Graham McTavish disebut mengisi suara Arius, sementara konflik finale melibatkan pertarungan besar di Makai dan perebutan posisi kekuasaan di dunia demon. 

Tapi meskipun villain-nya besar dan skalanya makin kosmik, yang paling menarik tetap konflik batin Dante dan Vergil. 

Ini keputusan yang tepat. Kalau villain terlalu dominan, season ini bisa berubah jadi sekadar perang demon biasa. 

Tapi karena Dante dan Vergil terus diposisikan sebagai dua sisi warisan Sparda, satu lebih dekat ke manusia, satu makin tertarik pada kekuatan; ceritanya jadi punya tarikan emosional yang lebih kuat.

Ending Terasa Beres, Tapi Portal Masalah Baru Kebuka Lebar
Devil May Cry - Season 2
Devil May Cry – Season 2 | © Netflix

Finale season 2 memberi rasa “selesai”, tapi bukan benar-benar selesai. Beberapa pembahasan ending menjelaskan bahwa Dante dan Vergil sempat bekerja sama menghadapi ancaman besar, namun pada akhirnya mereka kembali berada di jalur yang berbeda. Vergil bahkan memilih tinggal di demon realm untuk menghadapi Mundus, sementara Dante dikirim kembali ke dunia manusia. 

Jadi, walaupun ada kesan happy ending karena bencana utama bisa diredam, penyelesaian Dante x Vergil justru membuka portal lebih luas ke konflik berikutnya. Lady juga berjalan ke jalurnya sendiri setelah mengetahui kebenaran tentang Arkham. Kalau Netflix lanjut ke Season 3, fondasinya sudah kuat banget: Mundus, Vergil, Lady, dan luka keluarga yang belum benar-benar sembuh.

Devil May Cry Season 2 adalah peningkatan yang cukup jelas dari season pertama. Ceritanya lebih padat, lore keluarga Sparda lebih terasa, Dante dan Vergil akhirnya mendapat panggung emosional yang pantas, dan Mary/Lady punya konflik pribadi yang bikin ceritanya tidak cuma bergantung pada aksi. 

Devil May Cry - Season 2
Devil May Cry – Season 2 | © Netflix

Kekurangannya? Kadang terlalu penuh, dan beberapa villain terasa kalah menarik dibanding drama saudara kembar ini. Tapi sebagai animasi action fantasy dewasa, season ini brutal, stylish, dan memuaskan buat fans Devil May Cry.

Ini bukan kartun buat makan sereal pagi. Ini animasi demon-slaying berdarah yang datang sambil bawa pedang, trauma keluarga, dan playlist metal di kepala.



Devil May Cry Season 2 – Series Info

Scroll to Top