
The Hawk; Komedi Pergolf Legendaris Lebih Sering Masuk Bunker daripada Hole-in-One
The Hawk adalah series komedi olahraga Netflix tahun 2026 yang dibuat oleh Will Ferrell, Harper Steele, dan Chris Henchy. Series ini dibintangi Will Ferrell sebagai Lonnie “The Hawk” Hawkins, mantan pegolf nomor satu dunia yang ingin mengejar comeback besar setelah kariernya lama tenggelam.
Season pertamanya terdiri dari 10 episode dengan durasi sekitar 28 sampai 37 menit, dan seluruh episode dirilis sekaligus di Netflix pada 16 Juli 2026. Premis utamanya mengikuti Lonnie yang ingin kembali merebut kejayaan dan memenangkan U.S. Open demi melengkapi Career Grand Slam.

Ide dasar The Hawk sebenarnya punya potensi besar, karena kisah atlet tua yang keras kepala ingin membuktikan dirinya masih relevan selalu punya bahan drama dan komedi yang menarik. Lonnie adalah tipe karakter Will Ferrell banget: ego besar, mulut sembarangan, tidak sadar diri, tapi masih punya sisa hati kecil yang sesekali muncul di balik semua kekacauannya.
Masalahnya, series ini sering seperti bingung mau jadi komedi slapstick penuh kegilaan atau sports dramedy yang menyentuh. ScreenRant menilai series ini terjebak antara drama dan komedi yang terlalu obnoxious, sehingga sulit benar-benar membangun rasa sayang pada karakter-karakternya.
Jalan Comeback yang Terlalu Panjang untuk Joke yang Tidak Selalu Masuk

Cerita season pertama bergerak dari tragedi di lapangan, konflik keluarga, rival lama, turnamen kecil, hingga usaha Lonnie mengembalikan namanya di dunia golf. Daftar episodenya bahkan membawa Lonnie ke berbagai titik seperti Genesis Invitational, Vegas, Pebble, dan final berjudul “Pickle,” yang menunjukkan struktur linear menuju comeback besar.
Sayangnya, 10 episode terasa agak kebanyakan untuk premis yang sebenarnya bisa jauh lebih padat. Beberapa review menyebut ceritanya meander atau berjalan berputar-putar, dengan momen lucu yang sesekali muncul tapi belum cukup kuat untuk menopang satu season penuh.
Will Ferrell Masih Punya Energi

Will Ferrell tetap punya kemampuan membuat karakter menyebalkan terasa hidup, dan Lonnie jelas dibuat sebagai versi atlet egois yang hidupnya belum selesai dengan masa lalu. Ia punya tan, outfit mencolok, obsesi comeback, dan gaya bicara besar yang mengingatkan pada banyak karakter Ferrell sebelumnya.
Tapi di sinilah problemnya: Lonnie kadang terlalu menyebalkan sebelum sempat terlihat manusiawi. ScreenRant menyebut karakter-karakter dalam series ini sering membuat pilihan membingungkan dan tidak cukup unik untuk membuat penonton terus invest secara emosional.
Nama Besar Ada, Tapi Tidak Semua Dapat Pukulan Komedi Bersih

Molly Shannon hadir sebagai Stacy, mantan istri Lonnie, sementara Jimmy Tatro memerankan Lance Hawkins, anak Lonnie yang sedang naik sebagai pegolf PGA Tour. Fortune Feimster tampil sebagai Sam, caddy baru Lonnie, dengan Luke Wilson sebagai Golden Fisk, rival lama Lonnie.
Secara daftar pemain, ini sebenarnya kuat banget karena ada banyak nama komedi yang sudah terbukti punya timing bagus. Namun review ScreenRant menilai roster berbakat ini belum cukup menyelamatkan storytelling yang kurang tajam, meski Jimmy Tatro dan beberapa pemain pendukung tetap memberi performa menonjol.

Humor The Hawk paling berhasil saat bermain di area absurditas golf, ego atlet, rivalitas konyol, dan hubungan keluarga yang sudah terlalu lama rusak. Ada beberapa momen yang bisa bikin senyum karena Ferrell memang masih tahu cara membuat situasi kecil terlihat sangat bodoh dengan percaya diri.
Namun secara keseluruhan, komedinya sering terasa tidak konsisten. RogerEbert.com menyebut series ini jokey, loud, dan hanya sesekali lucu, dengan tone yang sering bergerak dari slapstick desperate ke usaha emosional yang terasa setengah hati.
Emosinya Tidak Selalu Mendarat

Hubungan Lonnie dengan Stacy dan Lance seharusnya menjadi inti emosional yang membuat series ini lebih dari sekadar parade joke golf. Lance sebagai anak yang kini lebih sukses dan lebih disiplin dari ayahnya punya konflik menarik, terutama karena Lonnie harus menghadapi fakta bahwa dunia sudah berjalan tanpa dirinya.
Sayangnya, drama itu sering dipotong oleh joke yang datang di tempat kurang tepat. ScreenRant menilai series ini berusaha menaikkan taruhan emosional, tapi ruang untuk emosi berkembang sering dipangkas sebelum benar-benar terasa.
Golf-nya Jadi Latar, Tapi Tak Selalu Jadi Jiwa

The Hawk jelas memakai golf sebagai dunia utama, lengkap dengan PGA Tour, U.S. Open, rivalitas lapangan, dan obsesi Career Grand Slam. PGA Tour Studios juga tercatat sebagai salah satu perusahaan produksi, jadi series ini punya koneksi resmi yang membuat dunia golf-nya terasa cukup autentik di permukaan.
Namun series ini belum benar-benar menggali golf sebagai olahraga yang punya tekanan psikologis unik. Ia lebih sering memakai golf sebagai panggung untuk karakter absurd, bukan sebagai mesin emosional yang bisa membuat comeback Lonnie terasa benar-benar menggetarkan.
The Hawk mendapat respons campuran ke negatif, dengan Rotten Tomatoes mencatat approval 31% dari 51 review. Metacritic memberi skor 52 dari 100 berdasarkan 20 kritik, yang menunjukkan respons mixed or average.

IMDb menampilkan rating sekitar 6,4 dari 8,2 ribu penilaian, menandakan penonton sedikit lebih ramah dibanding kritik profesional. Angka ini terasa cukup pas, karena The Hawk bukan series gagal total, tapi juga jauh dari komedi olahraga yang langsung jadi comfort watch klasik.
The Hawk punya semua bahan untuk jadi sports comedy yang seru: Will Ferrell, golf, comeback story, cast komedi kuat, rival lama, dan drama keluarga. Sayangnya, series ini terlalu sering terasa seperti konsep familiar yang dipanjang-panjangkan, tanpa punchline besar atau emosi yang cukup matang untuk membuatnya benar-benar berkesan.

Kelebihannya ada pada star power Will Ferrell, beberapa momen absurd yang lucu, Jimmy Tatro yang cukup mencuri perhatian, dan ide comeback golfer yang sebenarnya masih menarik. Kekurangannya ada pada pacing yang melebar, karakter utama yang sulit disukai, komedi yang sering meleset, dan drama yang tidak diberi cukup ruang untuk tumbuh.
Kalau kamu suka gaya komedi Will Ferrell dan butuh tontonan ringan tentang olahraga yang tidak menuntut banyak komitmen emosional, The Hawk masih bisa dicoba. Tapi kalau berharap sesuatu sehangat Ted Lasso atau seikonik komedi olahraga Ferrell era 2000-an, series ini terasa seperti pukulan drive yang terlihat keras, tapi bolanya jatuh di rough.





