Review Series – Tira (2023)

Tira sajian superhero Bumi Langit Universe dengan format episodik

Proyek ke-4 dari BCU (Bumi Langit Universe) atau Jagat Bumi Langit adalah versi serial. Merupakan serial web berjumlah 8 episode, yang masing-masing berdurasi 48menit.

Tira tayang di Disney+ Hotstar pada 16 Desember 2023 sampai 3 Februari 2024. Serial Indonesia produksi Screenplay Bumilangit dibuat berdasarkan komik tahun 1975 berjudul sama karya Bumilangit.

Cukup menghibur walaupun masih banyak kekurangan

Tira bercerita tentang Suci (Chelsea Islan), seorang mahasiswi yang memiliki sebuah mimpi untuk menjadi stuntwoman berbakat. Namun, ada satu hal yang membuatnya terhambat untuk mewujudkan mimpi tersebut yaitu suci memiliki acrophobia, orang yang memiliki ketakutan terhadap tempat-tempat tinggi.

Tira (2024)
Suci (Chelsea Island) – Tira (2024) | © Disney + Hotstar

Suatu hari, Suci harus terlibat dalam suatu konspirasi kuno yang mengancam nyawanya setelah menyelamatkan sembilan anak kecil dari sebuah ritual misterius. Peristiwa itu mengubah kehidupan Suci yang kini harus menyeimbangkan kariernya yang mulai menanjak, mempertahankan nilai dan beasiswa, sambil berupaya menyelamatkan nyawanya.

Chelsea Islan sebagai karakter utama di serial ini sudah bermain cukup baik. Performa aktingnya mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan penampilan di film terakhirnya yaitu Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020). Namun memang tidak ada yang istimewa dari akting maupun karakter yang ia perankan.

Untuk performa dari para cast lainnya juga tidak ada yang spesial. Saya justru kagum dengan akting para anak kecil, karena lebih terlihat luwes dan natural.

Naskah cerita kurang solid
Tira (2024)
Tira (2024) | © Disney + Hotstar

Yang membuat kisah Tira menjadi lebih menarik yaitu kehadiran karakter abu-abu yang membuat kisahnya bukan hanya berkutat pada karakter protagonis melawan karakter antagonis semata. Kadang pula dihiasi dengan tipu muslihat yang membuat karakter lain menjadi tertipu, bahkan saya pun juga sempat tertipu.

Tiap karakter memiliki tujuannya masing-masing, membuat serial ini menjadi lebih berisi tapi juga cukup membengkak. Hasilnya membuat konklusi beberapa karakternya menjadi serba nanggung dan anti klimaks.

Ending-nya pun juga membingungkan dan agak dipaksakan karena lawan terakhir Tira yang menurut saya minim alasan. Naskahnya tidak cukup bagus untuk menopang dalamnya kisah di serial ini.

Tira (2024)
Tira (2024) | © Disney + Hotstar

Beberapa hal terasa inkonsisten, dialognya yang terasa kaku dan kadang cringe, sampai melucu di tempat yang bukan seharusnya. Sayang sebenarnya serial ini punya kisah yang begitu kompleks dan memiliki potensi menjadi sebuah kisah dewasa yang berat dihiasi dengan moralitas dan keadaan dilematis.

Namun saya masih bisa kasih apresiasi karena kisahnya yang dibuat seintim mungkin dengan masih berusaha membawa issue soal dunia politik, pemerintahan dan kemiskinan yang kondisinya kurang lebih mirip dengan negara kita.

Yaa, meskipun sebenarnya terkait kritikan sosial ini juga sudah pernah dilakukan di film BCU terdahulu sih.

Aksi yang mudah dilupakan dan CGI yang cukup oke
Tira (2024)
Tira (2024) | © Disney + Hotstar

Sebagai sebuah film aksi, adegan aksinya tidak terlalu wah dan mudah dilupakan. Beberapa kali adegan aksinya ditemani oleh backsound yang menurut saya kurang sync dan malah jadi terkesan cheesy

Dari sisi CGI menurut saya sudah cukup oke, namun jangan berharap akan semulus kualitas film hollywood dengan budget besar. Saya berikan apresiasi untuk sisi ini karena CGI-nya sering kali digunakan pada serial ini dan hasilnya juga cukup konsisten.

Logo Disney Plus


Scroll to Top