Review Series – Wednesday S2 (2025)

Wednesday S2; Terornya Makin Dekat dengan Keluarga Addams

Wednesday Season 2 dirilis pada 2025, dengan empat episode pertama tayang pada 6 Agustus dan empat sisanya menyusul pada 3 September di Netflix. Jenna Ortega kembali sebagai Wednesday Addams, ditemani Emma Myers, Catherine Zeta-Jones, Luis Guzmán, Isaac Ordonez, Steve Buscemi, Billie Piper, Evie Templeton, serta Hunter Doohan.

Wednesday kembali ke Nevermore Academy bersama Pugsley dan mendapati dirinya kini diperlakukan seperti selebritas setelah menyelamatkan sekolah pada season pertama. Ketenangan palsu itu langsung rusak ketika seorang stalker mulai mengirim ancaman, serangan burung gagak terjadi, dan penglihatan Wednesday memperlihatkan makam Enid. 

Wednesday mendadak kehilangan kendali atas kemampuan psikisnya setelah mengalami penglihatan mengerikan dan mengeluarkan air mata hitam. Kondisi tersebut memaksanya menyelidiki kasus memakai insting, observasi, manipulasi, dan keberanian nekat tanpa bisa selalu mengandalkan ramalan sebagai jalan pintas. 

Wednesday S2 (2025)
Wednesday S2 (2025) | © Netflix

Kasus pembunuhan Sheriff Galpin oleh kawanan gagak membawanya kepada rahasia Willow Hill Psychiatric Hospital serta program bernama LOIS. Program tersebut diam-diam menahan para outcast dan berusaha memindahkan kekuatan mereka kepada manusia biasa, membuat misterinya terasa lebih dekat dengan eksperimen gelap daripada kutukan kolonial season pertama.

Jenna Ortega semakin nyaman memainkan Wednesday sebagai remaja dingin, mandiri, protektif, tetapi diam-diam takut kehilangan orang terdekat. Ia tetap menyelesaikan masalah dengan cara ekstrem, tetapi season ini mulai meretakkan pertahanan emosionalnya melalui hubungan dengan Enid, Morticia, Pugsley, dan arwah Larissa Weems.

Perkembangannya terasa ketika Wednesday tidak lagi sekadar mengejar kebenaran demi memuaskan rasa penasaran. Penglihatannya tentang kematian Enid membuat seluruh penyelidikan menjadi sangat personal, walau sifat overprotektifnya justru kembali merenggangkan persahabatan mereka.

Enid dan Wednesday Bertukar Tubuh, Aktingnya Pecah Banget
Wednesday S2 (2025)
Wednesday S2 (2025) | © Netflix

Episode pertukaran tubuh menjadi salah satu bagian terbaik karena memberi Jenna Ortega dan Emma Myers kesempatan meniru karakter satu sama lain. Ortega mengubah postur serta ekspresinya menjadi lebih cerah sebagai Enid, sedangkan Myers berhasil menahan emosi, mengeraskan tatapan, dan membawa aura stoik Wednesday dengan detail yang meyakinkan.

Gimmick tersebut tidak cuma dipakai untuk komedi karena keduanya mulai memahami tekanan yang selama ini dipikul sahabatnya. Wednesday merasakan kekuatan dan kerentanan Enid, sementara Enid akhirnya melihat bahwa sikap dingin Wednesday menyembunyikan kepedulian yang tidak pernah mampu ia ucapkan dengan normal.

Morticia dan Wednesday Membawa Konflik Ibu-Anak Lebih Dalam
Wednesday S2 (2025)
Wednesday S2 (2025) | © Netflix

Catherine Zeta-Jones mendapat porsi lebih besar sebagai Morticia, terutama setelah ia terlibat dalam kegiatan Nevermore dan berusaha melindungi Wednesday dari nasib buruk kemampuan psikis keluarga. Hubungan mereka menarik karena keduanya sama-sama keras kepala, cerdas, dan sulit menunjukkan kasih sayang tanpa mengubahnya menjadi duel atau perdebatan tajam.

Konflik mereka terhubung dengan Ophelia Frump, adik Morticia yang kehilangan kendali setelah memaksakan kemampuan psikisnya terlalu jauh. Misteri Ophelia memberi lapisan emosional baru karena Morticia bukan hanya ibu yang menghalangi Wednesday, tetapi seseorang yang takut putrinya mengulangi tragedi keluarga mereka.

Pugsley Menambah Kekacauan yang Kadang Menyebalkan
Wednesday S2 (2025)
Wednesday S2 (2025) | © Netflix

Pugsley mulai bersekolah di Nevermore setelah mengembangkan kemampuan listrik seperti Uncle Fester, tetapi eksperimen pertamanya langsung berantakan. Ia tidak sengaja membangkitkan Isaac Night sebagai zombie, menamainya Slurp, lalu memeliharanya diam-diam seperti anak lain memelihara hamster.

Karakter Pugsley memang cukup menyebalkan karena keputusannya sering membuka masalah baru yang sebenarnya bisa dihindari. Namun kekacauan tersebut akhirnya terhubung langsung dengan keluarga Galpin, asal-usul Thing, dan eksperimen Isaac untuk menyembuhkan Françoise dari identitas Hyde-nya.

Agnes Memberikan Warna Baru yang Aneh dan Menyenangkan
Wednesday S2 (2025)
Wednesday S2 (2025) | © Netflix

Evie Templeton sebagai Agnes DeMille menjadi tambahan segar melalui karakter penggemar obsesif Wednesday yang bisa menghilang. Agnes awalnya terlihat seperti stalker berbahaya yang merancang teka-teki, tetapi perlahan berubah menjadi sekutu aneh yang hanya ingin diakui oleh idolanya.

Perjalanannya dari peniru Wednesday menuju karakter yang lebih percaya diri memberi season ini humor sekaligus kehangatan. Momen Agnes dan Enid menari di pesta Nevermore terasa menyenangkan karena Agnes akhirnya berhenti menjadi bayangan orang lain dan mulai menikmati identitasnya sendiri.

Visual Gothic dan Dark Wolf Puaskan Mata
Wednesday S2 (2025)
Wednesday S2 (2025) | © Netflix

Perpindahan produksi ke Irlandia membuat Nevermore dan lanskap sekitarnya terasa lebih luas, dingin, serta tua. Lokasi seperti Charleville Castle, Dean’s Grange Cemetery, dan Ashford Studios membantu membangun dunia yang muram tanpa kehilangan kemegahan arsitektur gothic-nya.

CGI sosok Hyde, zombie Slurp, kawanan burung, serta transformasi manusia serigala Enid cukup memuaskan meski belum selalu terlihat sempurna. Dark wolf yang berkaitan dengan sisi batin Wednesday memberi visual menarik karena kegelapan karakternya tidak cuma hadir melalui kostum hitam, tetapi seperti mulai memiliki bentuk hidup sendiri.

Terlalu Banyak Subplot Mulai Membebani Cerita
Wednesday S2 (2025)
Wednesday S2 (2025) | © Netflix

Season ini membawa banyak konflik sekaligus, termasuk stalker, LOIS, Tyler, Françoise, Isaac Night, Principal Dort, Morning Song, Grandmama Hester, Ophelia, serta kemampuan Pugsley. Hasilnya memang ramai dan sulit membosankan, tetapi beberapa bagian terasa seperti tiga misteri berbeda yang dipaksa berbagi satu lorong Nevermore.

Bagian kedua terasa lebih hidup berkat body swap dan berbagai pengungkapan besar, tetapi keseluruhan season masih sesak oleh karakter dan cliffhanger. Beberapa respons juga menilai performa serta visualnya tetap kuat, sementara jumlah subplot membuat ceritanya seperti terus mengejar ekornya sendiri.

Ending Menggantung yang Membuka Misteri Lebih Gelap
Wednesday S2 (2025)
Wednesday S2 (2025) | © Netflix

Tyler kembali berubah menjadi Hyde dan terlibat dalam pertarungan melawan ibunya sendiri, Françoise, sebelum akhirnya menerima tawaran bergabung dengan kelompok Hyde rahasia. Isaac Night tewas setelah Thing membebaskan diri dan mencabut jantung mekanisnya, sekaligus mengungkap bahwa Thing dahulu merupakan tangan Isaac. 

Enid menyelamatkan Wednesday dengan berubah menjadi alpha werewolf, tetapi konsekuensinya sangat berat karena ia tidak mampu kembali ke bentuk manusia. Ia lari untuk bersembunyi, sementara Wednesday, Thing, dan Uncle Fester bergerak ke utara untuk mencarinya.

Penglihatan terakhir Wednesday memperlihatkan Bibi Ophelia masih hidup dan ditahan oleh Grandmama Hester, lalu menulis pesan berdarah bahwa Wednesday harus mati. Ending tersebut sengaja menggantung, tetapi efektif membuka konflik keluarga Addams yang jauh lebih personal untuk season berikutnya. 

Wednesday S2 (2025)
Wednesday S2 (2025) | © Netflix

Overall, Wednesday S2 berhasil memperdalam hubungan Wednesday dengan Enid serta Morticia sambil membawa misteri Nevermore ke wilayah eksperimen, Hyde, dan rahasia keluarga. Jenna Ortega dan Emma Myers tetap menjadi kekuatan terbesar, terutama ketika pertukaran tubuh membuktikan betapa baik keduanya memahami karakter masing-masing.

Kelemahannya terletak pada jumlah subplot yang terlalu banyak, Pugsley yang kadang melelahkan, serta beberapa misteri yang hanya berfungsi sebagai pintu menuju season selanjutnya. Namun visual gothic, perkembangan emosional Wednesday, kehadiran Agnes, dan nasib tragis Enid membuat perjalanan ini tetap seru untuk diikuti sampai akhir.



Wednesday S2 – Series Info

Scroll to Top