Film Romance Underrated yang Bikin Mewek Sesenggukan

3 Film Romance Underrated yang Bikin Mewek Sesenggukan, Siapin Tisu!

Halo, movie geeks! Ketemu lagi sama aku, teman nonton kamu yang hobi banget ngajak kamu mikir dan ngerasain emosi sedalam-dalamnya dari sebuah tontonan.

Pernah nggak sih kamu ngerasa lagi pengen banget nangis, tapi butuh pancingan yang pas? Kadang kita capek dengan film romance yang isinya cuma menye-menye, atau formula klasik “benci jadi cinta” yang gampang ditebak. 

Di usia 20-an sampai 40-an, definisi cinta kita udah berubah. Cinta bukan cuma soal bersatu bahagia selamanya, tapi kadang soal melepaskan, soal realita ekonomi yang memukul mundur perasaan, atau soal timing yang selalu salah.

Nah, kali ini aku udah nyiapin 3 daftar film romance underrated (atau mungkin udah kamu dengar tapi belum sempat ditonton) dari berbagai negara. 

Film-film ini nggak cuma jago bikin kamu mewek sesenggukan, tapi punya lapisan filosofi dan psikologi yang mindblowing kalau kita bedah. Yuk, siapin tisu yang banyak, kita bahas satu-satu!

1. Past Lives (2023) – Patah Hati Tanpa Ada yang Disakiti
Film Romance Underrated - Past Lives (2023)
Film Romance Underrated – Past Lives (2023) | © A24

Banyak yang bilang ini adalah mahakarya A24 untuk genre romance modern. Ceritanya sederhana: Nora dan Hae Sung adalah teman masa kecil yang saling suka di Korea, tapi terpisah karena Nora pindah ke Kanada. Dua puluh tahun kemudian, mereka bertemu lagi di New York, saat Nora sudah bersuami.

Kalau kamu berharap ini film perselingkuhan yang penuh drama tereak-tereak, kamu salah besar. Di sinilah letak kejeniusannya. Film ini membedah konsep In-Yun (Takdir dalam Budaya Korea) dan Grief for the Unlived Life (Berduka untuk Kehidupan yang Tidak Dijalani).

Nora tidak menangis di akhir film karena dia ingin meninggalkan suaminya (Arthur) demi Hae Sung. Nora menangis karena pertemuan itu memaksanya menghadapi dan mengucapkan selamat tinggal pada “Nora kecil yang asli Korea”, sebuah versi dirinya yang tertinggal dan mati ketika dia berimigrasi. 

Hae Sung adalah hantu masa lalu yang menuntut penutupan (closure). Tragedinya adalah: tidak ada yang salah, tidak ada penjahat di sini, hanya saja di kehidupan (timeline) ini, porsi In-Yun mereka tidak cukup untuk bersatu.

Film ini sangat slow-burn, indah, dan sepi. Dialog antara Arthur (suami Nora) dan Nora di ranjang adalah salah satu dialog paling dewasa dalam sejarah film romantis. Saat kamu rewatch, perhatikan bahasa tubuh dan jarak di antara karakter. 

Sutradara sangat jenius menggunakan garis arsitektur kota New York untuk memisahkan posisi berdiri Nora dan Hae Sung, melambangkan jarak realita mereka yang tak bisa diseberangi.

2. Us and Them (2018) – Realita Pahit Jatuh Cinta di Waktu yang Salah
Film Romance Underrated - Us and Them (2018)
Film Romance Underrated – Us and Them (2018) | © Netflix

Buat kamu yang pernah atau sedang berjuang merintis karier dari nol bareng pasangan, film ini siap-siap bakal ngerobek hati kamu. Mengisahkan Jianqing dan Xiaoxiao, dua anak desa yang merantau ke Beijing. Mereka jatuh cinta di tengah kerasnya ibukota, tinggal di kosan sempit, makan mie instan dibagi dua, sampai akhirnya realita hidup menghancurkan mereka.

Film ini menggunakan alur maju mundur dengan satu perbedaan mencolok: masa lalu berwarna, masa depan (masa kini) hitam putih. Kenapa terbalik? Biasanya masa lalu yang hitam putih, kan? 

Teorinya membedah tentang Kapitalisme vs. Otentisitas Cinta (Kehilangan Warna Kedewasaan). Di dalam game yang diciptakan Jianqing, ada dialog: “Jika Ian tidak bisa menemukan Kelly, maka dunia akan kehilangan warnanya.” Ini bukan cuma metafora murahan. Di masa lalu, sedermiskin apapun mereka, dunia mereka berwarna karena ada harapan dan cinta. 

Di masa kini, saat Jianqing sudah kaya raya, punya mobil dan rumah, dunianya justru hitam putih. Kehilangan Xiaoxiao membuat hidupnya kehilangan “warna”. Film ini menelanjangi ironi bahwa kesuksesan finansial kadang menuntut pengorbanan hal yang paling esensial dalam hidup kita.

Dialognya itu lho, nyesek abis karena kerasa sangat relate buat milenial kelas pekerja. Saat rewatch, kamu bakal lebih memperhatikan detail pergeseran prioritas mereka. 

Kegagalan komunikasi mereka di tengah stres kemiskinan adalah textbook psikologi tentang bagaimana rasa insecure seorang pria (yang merasa belum mapan) justru menghancurkan wanita yang sebenarnya siap menerima dia apa adanya.

3. Decision to Leave (2022) – Romansa Mematikan yang Tak Pernah Diucapkan
Film Romance Underrated - Decision to Leave (2022)
Film Romance Underrated – Decision to Leave (2022) | © CJ Entertainment

Karya sutradara legendaris Park Chan-wook ini dibungkus sebagai film misteri/detektif. Seorang detektif tampan, Hae-joon, menyelidiki kasus kematian seorang pria di gunung.

Dia mulai mencurigai dan menguntit istri korban, Seo-rae yang berasal dari Tiongkok. Bukannya menangkapnya, sang detektif malah jatuh cinta pada pesona misterius wanita itu.

Di balik kasus pembunuhan, ini adalah salah satu film romantis paling tragis sedekade terakhir. Teorinya berkisar pada Cinta sebagai Kasus yang Tak Terpecahkan (Love as an Unsolved Case). 

Sepanjang film, Hae-joon dan Seo-rae tidak pernah sekalipun mengucapkan “Aku cinta padamu”. Namun, pernyataan cinta Hae-joon diungkapkan lewat dialog: “Aku hancur berkeping-keping” saat dia merelakan integritasnya sebagai polisi demi menutupi kejahatan Seo-rae. Ending-nya yang bikin rahang jatuh itu adalah bentuk cinta tertinggi yang toxic dan destructive

Seo-rae sadar bahwa Hae-joon hanya terobsesi pada kasus yang belum terpecahkan. Maka dari itu, dia memutuskan untuk mengubur dirinya sendiri, menjadi “kasus dingin” (cold case) abadi tanpa jejak, agar dia bisa hidup selamanya di dalam pikiran sang detektif. Dia menghancurkan dirinya agar tidak pernah dilupakan.

Visualnya sangat megah, elegan, dengan transisi yang luar biasa mulus. Rewatch value-nya sangat tinggi! Pada tontonan kedua, kamu akan sadar betapa banyak mirroring (pantulan) dan elemen air/laut di sepanjang film.

Kamu juga bakal menyadari bahwa setiap adegan investigasi dan interogasi mereka sebenarnya adalah adegan “bercumbu” secara intelektual dan emosional.

Film Romance Underrated - Decision to Leave (2022)
Film Romance Underrated – Decision to Leave (2022) | © CJ Entertainment

Gimana, teman-teman? Udah siapin mental buat dihancurkan oleh 3 film romance underrated di atas? Tontonlah saat kamu butuh medium untuk meluapkan emosi, karena menangis lewat film bagus itu rasanya sangat cathartic (melegakan).

Scroll to Top