Review Film – Zootopia 2 (2025)

Zootopia 2; Kota Hewan Ini Ternyata Masih Punya Rahasia Besar

Zootopia 2 adalah film animasi buddy-cop comedy produksi Walt Disney Animation Studios, disutradarai Jared Bush dan Byron Howard, dengan naskah dari Jared Bush. Film ini menjadi sekuel dari Zootopia 2016, kembali menghadirkan Ginnifer Goodwin sebagai Judy Hopps dan Jason Bateman sebagai Nick Wilde, plus Ke Huy Quan sebagai karakter baru bernama Gary De’Snake.

Film ini rilis di Amerika Serikat pada 26 November 2025 setelah premiere di El Capitan Theatre pada 13 November 2025, dengan durasi 108 menit. Secara box office, film ini gila-gilaan karena menghasilkan sekitar 1,87 miliar dolar di seluruh dunia dan menjadi salah satu film animasi terlaris sepanjang masa.

Zootopia 2 (2025)
Zootopia 2 (2025) | © Walt Disney

Ceritanya mengikuti Judy dan Nick yang kini resmi menjadi partner di Zootopia Police Department, tetapi hubungan kerja mereka mulai diuji karena gaya investigasi keduanya sering bentrok. Kasus baru membawa mereka memburu Gary De’Snake, seekor pit viper yang kemunculannya mengguncang kota karena reptil sudah lama dianggap tidak ada di Zootopia.

Mystery Baru yang Lebih Besar dari Sekadar Kejar-Kejaran

Premis utama film ini terlihat seperti kasus kriminal biasa: ada reptil misterius, satu keluarga elite yang menyembunyikan rahasia, dan Judy-Nick harus membersihkan nama mereka setelah difitnah. Namun semakin jauh film berjalan, kasus ini membuka sejarah gelap Zootopia tentang pengusiran reptil, pencurian warisan, dan siapa sebenarnya pendiri kota yang selama ini dipuja.

Zootopia 2 (2025)
Zootopia 2 (2025) | © Walt Disney

Di sini Zootopia 2 terasa cukup pintar karena tidak hanya mengulang konflik predator-versus-prey dari film pertama. Ia memperluas metafora sosialnya ke isu kelompok yang dihapus dari sejarah, reputasi keluarga berkuasa, dan bagaimana kota yang terlihat harmonis ternyata dibangun di atas cerita yang sengaja disembunyikan. 

Kelemahannya, plot ini cukup padat untuk film animasi keluarga berdurasi kurang dari dua jam. Ada Gary, keluarga Lynxley, Marsh Market, reptil tersembunyi, Zootennial Gala, weather wall, dan konflik Judy-Nick, sehingga beberapa bagian terasa seperti film berlari cepat sambil membawa koper berisi terlalu banyak clue. 

Chemistry Judy dan Nick Masih Jadi Mesin Utama

Judy Hopps masih membawa energi idealis, cepat bergerak, dan susah diam yang membuatnya mudah disukai sejak film pertama. Namun kali ini, idealisme Judy diuji bukan hanya oleh sistem, tetapi juga oleh hubungannya dengan Nick yang mulai merasa dirinya sering hanya ikut terseret keputusan Judy.

Zootopia 2 (2025)
Zootopia 2 (2025) | © Walt Disney

Nick Wilde tetap menjadi pasangan terbaik Judy karena ia memberi skeptisisme, humor kering, dan naluri jalanan yang membuat investigasi tidak terlalu lurus-lurus saja. Hubungan mereka menjadi inti emosional film, terutama karena sekuel ini bicara tentang partnership yang bukan cuma soal saling percaya, tapi juga saling menghormati cara berpikir yang berbeda.

Buat saya, dinamika mereka masih sangat hidup dan mungkin alasan terbesar film ini tidak terasa seperti sekuel kosong. Banyak adegan lucu datang dari cara Judy yang terlalu yakin bertabrakan dengan Nick yang terlalu santai, lalu keduanya tetap kembali ke satu titik: mereka bekerja paling baik saat bareng.

Karakter Baru Gary De’Snake Mencuri Perhatian dengan Cepat

Gary De’Snake adalah tambahan paling penting karena ia bukan sekadar “karakter reptil lucu” untuk jualan mainan. Ke Huy Quan memberi suara yang gugup, hangat, dan mudah disayangi, membuat Gary terasa seperti korban sejarah yang hanya ingin keluarganya diakui kembali.

Zootopia 2 (2025)
Zootopia 2 (2025) | © Walt Disney

Nibbles Maplestick, beaver podcaster teori konspirasi, juga menjadi sumber komedi yang cukup efektif. Fortune Feimster membuat karakter ini terasa cerewet, paranoid, tapi berguna, seperti teman internet yang kelihatannya aneh tapi ternyata punya folder bukti paling lengkap.

Pawbert Lynxley awalnya terlihat seperti anak keluarga kaya yang canggung dan gampang dirangkul, tetapi film memakai karakternya untuk membahas kebutuhan validasi dari keluarga berkuasa. Andy Samberg memberi energi awkward yang pas, walau twist karakternya mungkin terasa cukup mudah ditebak bagi penonton yang terbiasa dengan formula Disney.

Makin Padat, Makin Gila Detail

Zootopia 2 benar-benar pamer kemampuan Disney Animation dalam membangun dunia yang hidup. Marsh Market, Reptile Ravine, Zootennial Gala, Tundratown, dan berbagai zona baru membuat kota ini terasa lebih besar, bukan cuma latar yang dipakai ulang dari film pertama.

Zootopia 2 (2025)
Zootopia 2 (2025) | © Walt Disney

Banyak kritik memuji detail visualnya, bahkan menyebut setiap frame penuh gerakan dan detail kecil yang pas. Ini terasa banget karena hampir semua sudut kota punya lelucon visual, puns hewan, cameo, dan aktivitas kecil yang bikin dunia Zootopia terasa berjalan meski Judy dan Nick tidak sedang melihat ke sana.

Michael Giacchino kembali mengisi musik, sementara Shakira juga kembali sebagai Gazelle dengan lagu baru berjudul “Zoo” yang ditulis bersama Ed Sheeran dan Blake Slatkin. Kombinasi scoring dan lagu pop ini membuat energi film tetap ringan, catchy, dan cukup familiar untuk yang kangen vibe film pertama.

Zootopia 2 (2025)
Zootopia 2 (2025) | © Walt Disney

Komedi film ini tetap cepat, penuh permainan kata, dan sangat mengandalkan dunia hewan sebagai sumber humor. Ada cameo, joke visual, ZPD chaos, terapi partner ala Dr. Fuzzby, hingga karakter kecil seperti Flash yang kembali memberi rasa nostalgia tanpa terlalu mencuri fokus utama.

Pesan sosialnya juga tidak sekadar tempelan, karena kisah reptil yang dihapus dari sejarah membuat film terasa punya lapisan politik ringan yang tetap bisa dipahami anak-anak. Beberapa ulasan menyebut film ini berhasil membawa kritik sosial tentang intoleransi, penghapusan kelompok minoritas, dan siapa yang berhak menulis sejarah tanpa terasa terlalu berat.

Meski begitu, tidak semua kritik sepakat film ini sepenuhnya seimbang. Ada yang merasa Zootopia 2 terlalu ramai, terlalu cepat, dan terlalu “sequelized”, sehingga kehangatan film pertama kadang kalah oleh kecepatan plot dan jumlah karakter baru.

Sekuel yang Bukan Cuma Numpang Nama
Zootopia 2 (2025)
Zootopia 2 (2025) | © Walt Disney

Secara pengalaman menonton, film ini sangat cocok untuk layar besar karena detail visualnya banyak banget. Tapi saat masuk Disney+ pada 11 Maret 2026, kemungkinan rewatch value-nya tetap tinggi karena banyak detail background yang mungkin kelewat saat nonton pertama.

Zootopia 2 adalah sekuel yang berhasil karena tidak hanya mengandalkan nostalgia Judy dan Nick. Film ini memperluas kota, memperdalam sejarah Zootopia, menambah karakter baru yang memorable, dan tetap mempertahankan chemistry buddy-cop yang membuat film pertamanya dicintai.

Zootopia 2 (2025)
Zootopia 2 (2025) | © Walt Disney

Kelebihannya ada pada visual super detail, chemistry Judy-Nick, karakter Gary yang charming, komedi cepat, dan pesan sosial yang cukup relevan. Kekurangannya ada pada plot yang agak penuh, beberapa twist yang cukup mudah ditebak, dan pace yang kadang terlalu ngebut sampai emosi tertentu tidak sempat bernapas lama.

Kalau kamu suka Zootopia pertama, sekuel ini hampir pasti terasa seperti pulang ke kota yang lebih besar, lebih ramai, dan lebih berbahaya. Tidak selalu seoriginal film pertama, tapi cukup cerdas, lucu, hangat, dan megah untuk membuktikan bahwa Judy dan Nick masih punya banyak kasus menarik di depan.

Logo Disney Plus


Zootopia 2 – Movie Info

Scroll to Top