Doomsday di Avengers Saat Multiverse Retak?

Doomsday Terjadi di Avengers: Saat Multiverse Retak, Doctor Doom Memburu Franklin Richards

Avengers: Doomsday bukan sekadar cerita para superhero mengeroyok penjahat baru, melainkan tabrakan besar antara Earth-616, dunia Fantastic Four, dan semesta X-Men lama yang sudah terlalu lama saling bersentuhan. Sinopsis resminya menyebut para pahlawan dari tiga realitas masuk ke jalur benturan mematikan, sementara Doctor Doom hadir sebagai ancaman eksistensial yang bisa menutup Multiverse Saga dengan cara paling kacau.

Namun, perlu dibedakan mana fakta resmi dan mana teori kuat, karena Marvel masih menyimpan detail lengkap motivasi Doom. Trailer dan daftar pemain sudah mengonfirmasi banyak koneksi, tetapi penjelasan mengenai wajah Robert Downey Jr., asal-usul konflik, dan rencana terhadap Franklin Richards masih menyisakan ruang spekulasi.

Multiverse Retak dan Alasan Robert Downey Jr. Menjadi Doctor Doom
Spider-Man: No Way Home (2021)
Spider-Man: No Way Home (2021) | © Sony Pictures

Kerusakan multiverse tidak bermula dari satu kejadian tunggal, tetapi berkembang sejak cabang timeline di Loki, kekacauan mantra Doctor Strange dalam Spider-Man: No Way Home, dan perjalanan lintas realitas di Doctor Strange in the Multiverse of Madness. Mantra Peter Parker memang tidak secara resmi disebut menyebabkan incursion, tetapi membuka celah antardunia dan menarik orang-orang dari realitas lain, sedangkan incursion sesungguhnya terjadi ketika batas dua semesta terkikis lalu keduanya bertabrakan. 

Jadi, lebih akurat menyebut No Way Home sebagai salah satu alarm awal bahwa dinding antardunia sudah tidak aman, bukan penyebab tunggal terjadinya Doomsday. Ketika kunjungan antarrealitas terus bertambah, termasuk perjalanan America Chavez, aktivitas Dreamwalking, dan kehadiran Fantastic Four di Earth-616, risiko tabrakan semesta pun berubah dari teori menjadi bencana nyata. 

Robert Downey Jr. kembali sebagai Victor von Doom, bukan Tony Stark utama yang tewas dalam Endgame, dan Marvel sejauh ini memperlakukannya sebagai karakter baru. Kesamaan wajahnya dengan Tony mungkin akan dipakai sebagai pukulan emosional bagi Avengers, tetapi teori bahwa Doom adalah varian jahat Iron Man belum dikonfirmasi secara resmi.

Doomsday di Avengers
Doomsday di Avengers | © Marvel

Pemilihan RDJ terasa cerdas sekaligus sedikit “jahat” terhadap penonton, karena para pahlawan lama harus melawan wajah orang yang pernah mengorbankan diri untuk menyelamatkan mereka. Doctor Doom juga punya kecerdasan, ego, teknologi, dan keyakinan bahwa hanya dirinya yang mampu menyelamatkan dunia, karakteristik yang mengingatkan pada Tony Stark tetapi tanpa rem moral yang sama.

Franklin Richards Jadi Pusat Konflik Doctor Doom

Konflik paling berbahaya kemungkinan berpusat pada Franklin Richards, anak Reed Richards dan Sue Storm yang sudah didekati Doom dalam post-credit scene The Fantastic Four: First Steps. Jika kemampuan versi MCU mengikuti komiknya, Franklin bisa memanipulasi realitas dan menciptakan ulang dunia, sehingga keberadaannya jauh lebih berharga daripada senjata konvensional mana pun. 

Doomsday di Avengers
Franklin Richard bertemu Doomsday di Avengers | © Marvel

Doom kemungkinan tidak ingin Franklin sekadar sebagai sandera, tetapi sebagai kunci untuk mengendalikan incursion atau membangun realitas baru sesuai versinya sendiri. Di tangan orang yang merasa dirinya satu-satunya penyelamat multiverse, kekuatan seorang anak pencipta realitas tentu terdengar seperti resep menuju Battleworld dan Secret Wars.

Hubungan Doom dengan Reed juga membuat konflik ini sangat personal, karena keduanya bukan hanya ilmuwan genius yang berbeda pendapat. Materi promosi mengisyaratkan bahwa Fantastic Four mengenal Victor sebelum ia menjadi sosok kejam sekarang, sehingga perebutan Franklin membawa luka persahabatan, keluarga, dan kesombongan intelektual dalam satu ledakan besar. 

Menurutku, inilah yang bisa membuat Doom lebih mengerikan daripada Thanos, sebab ia tidak tampil sebagai monster kosmik yang menghitung populasi dari kejauhan. Ia mengenal keluarga yang diserangnya, memahami kelemahan Reed, dan mungkin benar-benar percaya bahwa menculik Franklin adalah pengorbanan kecil demi menyelamatkan miliaran kehidupan.

New Avengers, Wakanda, dan Fantastic Four Akhirnya Bertemu

Jembatan menuju pertemuan besar itu sudah terlihat dalam post-credit scene Thunderbolts, ketika tim bentukan Yelena, Bucky, Red Guardian, Ghost, US Agent, dan Sentry melihat sebuah pesawat berlambang angka empat memasuki atmosfer Earth-616. Adegan tersebut sebenarnya direkam sebagai bagian dari Avengers: Doomsday, menandakan New Avengers menjadi salah satu kelompok pertama yang menyadari kedatangan Fantastic Four.

Trailer kemudian memperjelas bahwa Fantastic Four memang datang melalui pesawat tersebut dan berhubungan dengan para pahlawan Earth-616. Reed juga terlihat mencari bantuan Wakanda, pilihan yang masuk akal karena negara itu memiliki sains vibranium, teknologi luar biasa, dan pengalaman menghadapi ancaman berskala global.

Doomsday di Avengers - Fantastic Four & Black Panther
Fantastic Four & Black Panther | © Marvel

Bucky menjadi penghubung manusiawi antara New Avengers dan Wakanda karena Shuri pernah menyembuhkan program Winter Soldier dalam pikirannya, memberinya lengan vibranium, dan membantunya memulai kehidupan baru sebagai White Wolf. Hubungan itu memang bukan bukti bahwa ia resmi menjadi diplomat, tetapi cukup kuat untuk membuat kehadirannya berguna saat New Avengers harus membangun kepercayaan dengan Shuri dan M’Baku.

Situasinya bakal ramai karena Earth-616 tidak hanya punya satu tim Avengers, sementara Sam Wilson dan kelompok Yelena sama-sama membawa nama tersebut. Kedatangan Fantastic Four di tengah sengketa identitas itu seperti melempar keluarga baru ke ruang rapat yang sudah panas, lalu Doctor Doom datang membawa bensin.

Steve Rogers, Gambit, dan Absennya Spider-Man

Chris Evans memang kembali sebagai Steve Rogers, tetapi bukan Captain America aktif Earth-616 karena gelar serta perisainya sudah diwariskan kepada Sam Wilson. Materi terbaru mengarah pada identitas Nomad bagi Steve, sosok pahlawan tanpa simbol negara, setelah versi Endgame memilih hidup bersama Peggy dan membangun jalan yang berbeda. 

Doomsday di Avengers - Chris Evan Sebagai Sohnny Storm Fantastic Four
Doomsday di Avengers – Chris Evan Sebagai Sohnny Storm Fantastic Four | © Marvel

Kemunculan Evans sebagai Johnny Storm dalam Deadpool & Wolverine tetap penting sebagai permainan identitas multiverse, tetapi bukan berarti Johnny itulah yang akan melawan Doom di Doomsday. Marvel kini sudah menegaskan Evans kembali sebagai Steve, sementara pengalaman penonton melihat wajah yang sama sebagai Human Torch membuat tema varian dan identitas terasa makin sengaja dibuat membingungkan.

Koneksi dengan Deadpool & Wolverine juga hadir melalui Gambit versi Channing Tatum, yang resmi kembali setelah sebelumnya terperangkap di Void bersama Deadpool, Wolverine, Blade, Elektra, dan X-23. Kehadirannya bersama jajaran X-Men lama menjadi bukti bahwa Doomsday meneruskan jalur multiverse film tersebut, walau Deadpool sendiri belum termasuk nama yang resmi diumumkan.

Doomsday di Avengers - Gambit
Gambit | © Marvel

Tom Holland juga belum dikonfirmasi tampil sebagai Spider-Man, dan beberapa laporan menyebut Peter disimpan untuk Secret Wars setelah menjalani kisah lebih mandiri. Absennya dia dari daftar pemain resmi mendukung kemungkinan tersebut, tetapi alasan bahwa Peter akan bergabung dengan Future Foundation masih sebatas teori, bukan informasi resmi.

Future Foundation sendiri masuk akal sebagai arah berikutnya karena organisasi itu berkaitan erat dengan Reed Richards, penelitian ilmiah, dan generasi muda dalam dunia Fantastic Four. Peter punya kecerdasan yang cocok dengan kelompok tersebut, tetapi untuk sekarang, teori paling aman adalah ia melewatkan Doomsday agar kisah personalnya tidak langsung tenggelam di antara Doom, Franklin, X-Men, Wakanda, dan dua kelompok Avengers.

Pada akhirnya, Doomsday terjadi karena terlalu banyak dunia mulai bertabrakan, sementara Doom melihat Franklin sebagai solusi yang bisa dipaksa mengikuti kehendaknya. Jika semua petunjuk ini benar, Avengers: Doomsday bukan cuma perang menyelamatkan Bumi, tetapi perebutan hak untuk menentukan realitas mana yang pantas tetap hidup.

Scroll to Top