Review Film – The Accountant 2 (2025)

The Accountant 2; Kembalinya Sang Akuntan dengan Kemampuannya

The Accountant 2 (2025) merupakan sekuel dari film pertama The Accountant (2016) yang disutradarai Gavin O’Connor dan dibintangi Ben Affleck sebagai Christian Wolff. Kali ini, Ben kembali memerankan karakter ikoniknya, sang akuntan dengan masa lalu gelap dan kemampuan mematikan.

Di film ini, Christian bekerja sama dengan saudaranya, Braxton (Jon Bernthal), dalam misi yang lebih besar, lebih intens, namun tetap menghibur dengan humor yang lebih kental. Film ini mencoba menggabungkan elemen thriller, aksi, dan drama keluarga, serta menambahkan lapisan humor yang segar.

Plot cukup solid dan lebih sederhana tapi tetap menarik
The Accountant 2 (2025)
The Accountant 2 (2025) | © MGM

Film ini melanjutkan cerita Christian Wolff dengan memperluas dunianya, tanpa terlalu membuat ceritanya menjadi terlalu rumit. Inti ceritanya adalah bagaimana Christian dan Braxton bekerja sama untuk menghentikan organisasi kriminal besar yang memiliki kaitan dengan masa lalu mereka.

Salah satu hal yang paling saya suka dari plot film ini adalah kesederhanaannya. Meskipun ada beberapa twist, alurnya tetap mudah diikuti dan tidak terlalu berbelit-belit. Ini membuat film terasa lebih fokus pada pengembangan karakter dan aksi daripada harus memusingkan penonton dengan narasi yang terlalu kompleks.

Penulisan naskah di The Accountant 2 terasa sangat matang. Film ini berhasil menggabungkan logika, humor, dan aksi dengan sangat baik. Logika di cerita ini terasa solid, sehingga penonton harus berpikir dan memperhatikan detail untuk mengikuti plotnya.

Yang membuat saya terkesan adalah keseimbangan antara humor dan drama. Jokes yang ada di film ini tidak terasa cringe atau dipaksakan, melainkan muncul secara natural dari interaksi antar karakter.

The Accountant 2 (2025)
The Accountant 2 (2025) | © MGM

Selain itu, ada beberapa momen yang cukup menyentuh, terutama yang melibatkan hubungan antara Christian dan Braxton.

Adegan aksinya juga ditulis dengan sangat baik, memberikan momen-momen yang seru dan memuaskan tanpa terasa berlebihan.

Karakter menjadi salah satu kekuatan, terutama dari Ben Affleck dan Jon Bernthal

Ben Affleck dan Jon Bernthal benar-benar membawa chemistry yang luar biasa sebagai dua saudara yang memiliki cara pandang berbeda, tetapi akhirnya harus bekerja sama. Christian Wolff tetap menjadi karakter yang menarik dengan kepribadiannya yang unik, sementara Braxton membawa elemen humor dan dinamika emosional ke dalam cerita.

The Accountant 2 (2025)
The Accountant 2 (2025) | © MGM

Namun, untuk karakter lainnya, terutama para villain, mereka terasa cukup biasa saja. Tidak ada sesuatu yang benar-benar utama membuat mereka memorable. Villain film ini terasa seperti ancaman standar tanpa latar belakang atau motivasi yang terlalu dalam.

Begitu juga dengan beberapa karakter pendukung lainnya, yang meskipun berfungsi untuk menggerakkan plot, tidak terlalu menonjol.

Tapi, hubungan antara Christian dan Braxton benar-benar menjadi sorotan. Ada momen-momen hangat dan emosional yang memperlihatkan sisi manusiawi mereka, membuat kita sebagai penonton lebih terhubung dengan cerita.

The Accountant 2 (2025)
The Accountant 2 (2025) | © MGM

Mereka berdua berhasil menghidupkan karakter masing-masing dengan sangat baik. Chemistry antara mereka terasa natural dan kuat, terutama dalam adegan-adegan di mana mereka harus saling bersandar satu sama lain.

Ben Affleck dan Jon Bernthal menunjukkan kemampuan aktingnya yang bagus, dari momen-momen aksi yang intens, adegan emosional dan komedi/humor yang natural.

Karakter-karakter pendukung lainnya juga cukup baik, meskipun tidak ada yang benar-benar standout. Namun, mereka memainkan peran mereka dengan cukup baik untuk mendukung cerita utama.

The Accountant 2 (2025)
The Accountant 2 (2025) | © MGM

Dari awal hingga akhir, film ini terasa sangat smooth tanpa ada momen yang terasa lambat atau membosankan. Meskipun ada banyak dialog, film ini berhasil menyeimbangkannya dengan aksi yang seru dan humor yang tepat waktu.

Yang paling saya suka adalah bagaimana film ini menjaga ritmenya. Tidak ada adegan yang terasa terlalu panjang atau terlalu pendek. Setiap momen terasa memiliki tujuan yang jelas dalam menggerakkan cerita maju.

Bahkan di momen-momen yang “tidak terlalu penting”, film ini tetap menarik untuk diikuti.
Akhir cukup memuaskan. Film ini memberikan resolusi yang ringan dan hangat, sesuai dengan tone keseluruhan cerita.

Suka bagaimana hubungan antara Christian dan Braxton mendapatkan closure yang baik, menunjukkan perkembangan karakter mereka sepanjang film.

The Accountant 2 (2025)
The Accountant 2 (2025) | © MGM
Kombinasi yang sempurna antara aksi, humor, dan drama

Membuat pengalaman menonton yang sangat menyenangkan. Saya pribadi merasa film ini sangat seru, dan bahkan setelah menontonnya, saya merasa ingin menontonnya lagi.

Untuk aspek musik, sayangnya tidak terlalu menonjol. Soundtracknya cukup mendukung adegan- adegan di film, tetapi tidak ada yang benar-benar memorable. Tidak seperti film-film aksi lain yang memiliki tema musik ikonik, musik di film ini terasa lebih sebagai pelengkap saja.

Namun, itu bukan berarti musiknya buruk. Musiknya tetap efektif dalam membangun suasana, terutama di adegan-adegan aksi. Hanya saja, setelah film selesai, saya merasa sulit mengingat salah satu dari lagu atau scoringnya.

The Accountant 2 (2025)
The Accountant 2 (2025) | © MGM

Dengan cerita yang menarik, karakter yang kuat, aksi yang seru, dan pacing yang sangat baik, The Accountant 2 adalah sekuel yang benar-benar memuaskan.

Meskipun ada beberapa kekurangan kecil, seperti soundtrack yang kurang memorable dan beberapa subplot yang kurang dikembangkan, film ini tetap berhasil menjadi film yang sangat menghibur. Sayang, film ini kurang perform di box office.



The Accountant 2 – Movie Info

Scroll to Top