Review Film – The Old Guard (2020)

The Old Guard; Pasukan yang Hidup Abadi di Sini Tetap Terdengar Seperti Kutukan

The Old Guard adalah film superhero action fantasy tahun 2020 yang disutradarai Gina Prince-Bythewood dan ditulis Greg Rucka, berdasarkan comic book series karya Rucka dan Leandro Fernández. Film ini dibintangi Charlize Theron, KiKi Layne, Matthias Schoenaerts, Marwan Kenzari, Luca Marinelli, Veronica Ngo, Harry Melling, dan Chiwetel Ejiofor, lalu dirilis di Netflix pada 10 Juli 2020 dengan durasi 125 menit. 

Film ini punya konsep yang cukup mengerikan kalau dipikir-pikir: sekelompok manusia tidak bisa mati, terus hidup melewati perang, kehilangan, pengkhianatan, dan rasa lelah yang tidak pernah selesai. Jadi horornya bukan dari jumpscare, tapi dari pertanyaan sederhana yang menusuk: kalau hidup selamanya, kapan sebenarnya penderitaan berhenti? 

Ceritanya mengikuti Andy, Booker, Joe, dan Nicky, kelompok tentara bayaran abadi dengan kemampuan regenerasi yang sudah hidup dan bertarung selama berabad-abad. Mereka menerima misi penyelamatan anak-anak di Sudan Selatan, namun misi itu ternyata jebakan untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar bisa hidup lagi setelah ditembak mati.

The Old Guard (2020)
The Old Guard (2020) | © Netflix

Di tempat lain, Nile Freeman, seorang U.S. Marine di Afghanistan, tiba-tiba bangkit setelah luka fatal yang seharusnya membunuhnya. Kehadiran Nile menjadi pintu masuk penonton ke dunia para immortal ini, karena kita ikut belajar bahwa keabadian mereka bukan hadiah super keren, melainkan kontrak panjang dengan rasa sakit. 

Konflik mulai membesar ketika Copley menyerahkan bukti keabadian mereka kepada Steven Merrick, eksekutif farmasi yang ingin mengeksploitasi tubuh mereka demi keuntungan medis dan bisnis. Bagian ini membuat film terasa seperti gabungan superhero, spy thriller, dan corporate horror, karena musuhnya bukan cuma tentara bersenjata, tapi kapitalisme laboratorium yang melihat manusia abadi sebagai bahan riset.

Formula Action yang Dikasih Jiwa
The Old Guard (2020)
The Old Guard (2020) | © Netflix

Secara struktur plot, The Old Guard memang tidak sepenuhnya baru. Ada tim rahasia, anggota baru, pengkhianatan dari dalam, penjahat kaya, misi penyelamatan, dan final attack ke markas musuh, semua elemen yang sudah sering kita lihat dalam film action modern.

Namun yang membuat film ini terasa lebih hidup adalah cara Gina Prince-Bythewood memberi ruang untuk keheningan di antara baku tembak. Kita tidak hanya melihat mereka membunuh musuh, tetapi juga melihat betapa melelahkannya hidup terlalu lama, mencintai terlalu lama, dan kehilangan terlalu banyak orang.

Cerita Quỳnh menjadi salah satu elemen paling haunting, karena ia dijebloskan ke laut dalam iron maiden dan terus mengalami kematian berulang selama ratusan tahun. Ini adalah jenis ide horor eksistensial yang sebenarnya bisa dibuat film sendiri, dan kemunculannya memberi bayangan gelap pada semua karakter immortal lain. 

Charlize Theron Memimpin dengan Mata yang Lelah
The Old Guard (2020)
The Old Guard (2020) | © Netflix

Charlize Theron sebagai Andy adalah pusat gravitasi film ini, dan ia membawa aura pemimpin perang yang sudah terlalu tua secara batin untuk pura-pura optimistis. Andy bukan sekadar jagoan action yang sulit dikalahkan, tetapi perempuan yang sudah hidup ribuan tahun dan mulai merasa semua perjuangannya mungkin tidak ada gunanya. 

KiKi Layne sebagai Nile memberi energi baru yang penting karena karakter ini masih punya keluarga, iman, masa depan, dan rasa takut kehilangan kehidupan normal. Pertentangan Nile dengan Andy membuat film lebih menarik, karena satu karakter baru belajar menerima keabadian, sementara karakter lain hampir menyerah pada keabadian itu sendiri.

The Old Guard (2020)
The Old Guard (2020) | © Netflix

Joe dan Nicky menjadi salah satu elemen paling kuat secara emosional, terutama karena hubungan mereka tidak diperlakukan sebagai gimmick. Romance mereka dipuji karena hadir dengan martabat, kelembutan, dan keberanian di tengah genre action superhero yang sering terlalu pelit memberi ruang untuk cinta queer yang benar-benar eksplisit. 

Booker adalah karakter paling tragis karena pengkhianatannya lahir dari kelelahan, bukan sekadar niat jahat. Matthias Schoenaerts membuat Booker terasa seperti orang yang sudah terlalu lama hidup sampai harapan berubah menjadi racun.

Brutal, Rapi, dan Tidak Cuma Pajangan

Aksi dalam The Old Guard terasa solid karena koreografinya tidak hanya dibuat untuk keren-kerenan. Banyak adegan baku hantam dan tembak-menembak punya fungsi naratif, terutama untuk menunjukkan bagaimana karakter immortal ini bertarung dengan percaya diri tetapi tetap bisa merasa sakit. 

The Old Guard (2020)
The Old Guard (2020) | © Netflix

Gina Prince-Bythewood disebut membawa visi lebih sophisticated ke genre superhero, dan itu terasa dalam cara aksi tidak melupakan emosi. Setiap fight scene seperti punya bobot sejarah, seolah para karakter ini tidak hanya membunuh musuh hari ini, tapi membawa trauma dari ratusan perang sebelumnya. 

Charlize Theron tentu sudah sangat meyakinkan setelah Mad Max: Fury Road, dan di sini ia kembali menunjukkan fisik action yang tajam. Tapi film juga memberi KiKi Layne beberapa momen kuat, terutama ketika Nile mulai memahami bahwa kemampuan sembuh tidak berarti ia siap menjadi senjata.

Gelap Tapi Lebih Dewasa dari Superhero Biasa
The Old Guard (2020)
The Old Guard (2020) | © Netflix

Film ini mengambil lokasi di berbagai tempat termasuk Maroko dan Inggris, membuat dunianya terasa lebih luas dari sekadar kota superhero standar. Lokasi seperti safe house di Prancis, markas farmasi di London, dan medan konflik global membuat cerita para immortal terasa benar-benar tua dan berpindah-pindah sepanjang sejarah. 

Sinematografi Tami Reiker dan Barry Ackroyd memberi film tampilan yang cukup grounded, tidak terlalu glossy seperti film komik kebanyakan. Warna-warnanya terasa dingin dan realistis, cocok dengan tema karakter yang hidup dalam dunia keras, rahasia, dan penuh kekerasan.

Musik dari Volker Bertelmann dan Dustin O’Halloran juga memberi sentuhan emosional, meski tidak semua pilihan lagu modern terasa mulus untuk semua penonton. Beberapa bagian soundtrack memang sempat dikritik terasa kurang pas, tetapi scoring utamanya cukup mendukung rasa melankolis film.

The Old Guard (2020)
The Old Guard (2020) | © Netflix

The Old Guard sangat mudah masuk karena punya aksi, konsep supernatural, karakter menarik, dan pace yang cukup stabil. Netflix bahkan melaporkan film ini ditonton 78 juta rumah tangga dalam empat minggu pertama, menunjukkan bahwa film ini bukan cuma ramai dibicarakan, tapi juga benar-benar dikonsumsi besar-besaran.

Respons kritikus juga cukup positif, dengan Rotten Tomatoes mencatat 80% approval dari 288 review dan Metacritic memberi skor 70 dari 100. IMDb mencatat rating sekitar 6,7 dari lebih dari 200 ribu pengguna, yang terasa pas untuk film action fantasy yang kuat tapi masih punya ruang untuk berkembang.

Kekurangannya memang terasa pada villain Steven Merrick yang agak datar dan terlalu kartunis sebagai CEO farmasi jahat. Harry Melling bermain cukup menyebalkan, tapi karakter Merrick tidak punya kedalaman sebanding dengan para immortal yang jauh lebih menarik.

Superhero Abadi yang Justru Menarik Karena Terluka
The Old Guard (2020)
The Old Guard (2020) | © Netflix

The Old Guard adalah film action fantasy yang mungkin tidak sepenuhnya bebas dari formula, tetapi punya jiwa yang membuatnya menonjol. Ia memahami bahwa keabadian bukan hanya kekuatan, melainkan beban panjang yang bisa membuat manusia lelah, pahit, dan tetap mencari alasan untuk berbuat baik. 

Kelebihannya ada pada Charlize Theron yang karismatik, KiKi Layne yang kuat, aksi yang solid, hubungan Joe-Nicky yang indah, serta konsep immortal yang punya ruang emosional luas. Kekurangannya ada pada villain lemah, beberapa dialog eksposisi, dan sensasi bahwa film ini kadang terasa seperti pembuka franchise yang belum mengeluarkan semua kartu terbaiknya.

Kalau kamu suka film action dengan lore unik, karakter berdarah, dan pertanyaan moral di balik kekerasan, The Old Guard masih sangat layak ditonton. Ini bukan film superhero paling megah, tapi ia punya sesuatu yang lebih jarang: rasa lelah, cinta, dan luka yang membuat manusia abadi tetap terasa manusia.



The Old Guard – Movie Info

Scroll to Top