Review The Angry Birds Movie 2 (2019)

The Angry Birds Movie 2, Ketika Burung dan Babi Berhenti Ribut, Dunia Justru Makin Kacau

The Angry Birds Movie 2 adalah film animasi komedi tahun 2019 yang disutradarai Thurop Van Orman, dengan John Rice sebagai co-director, berdasarkan seri video game populer Angry Birds dari Rovio Entertainment. Film ini menjadi sekuel dari The Angry Birds Movie 2016, kembali menghadirkan Jason Sudeikis sebagai Red, Josh Gad sebagai Chuck, Danny McBride sebagai Bomb, Bill Hader sebagai Leonard, dan Peter Dinklage sebagai Mighty Eagle, lalu menambah Rachel Bloom, Leslie Jones, Awkwafina, Sterling K. Brown, dan Eugenio Derbez dalam jajaran pengisi suara.

The Angry Birds Movie 2 (2019)
The Angry Birds Movie 2 (2019) | © Sony Pictures

Ceritanya kali ini tidak lagi cuma burung versus babi, karena Bird Island dan Piggy Island harus bersatu menghadapi ancaman baru dari Eagle Island. Zeta, pemimpin Eagle Island, ingin menghancurkan dua pulau itu dengan senjata es berisi lava karena ia sudah muak tinggal di tempat dingin, dan jujur saja, motivasinya receh tapi sangat cocok untuk dunia Angry Birds yang memang tidak pernah minta terlalu logis.

Plot Lebih Ringan, Lebih Rapi, dan Tidak Terlalu Terjebak Game-nya

Plot film ini cukup sederhana: Red yang sudah jadi pahlawan merasa takut kehilangan statusnya ketika perdamaian dengan babi mulai terbuka, lalu ia harus belajar bahwa menyelamatkan dunia tidak bisa dilakukan sendirian. Konflik ini memberi Red sedikit perkembangan karakter yang lebih jelas daripada film pertama, terutama karena ia tidak cuma marah-marah, tapi juga insecure, takut dilupakan, dan susah mengakui orang lain lebih pintar.

The Angry Birds Movie 2 (2019)
The Angry Birds Movie 2 (2019) | © Sony Pictures

Keputusan paling pintar film ini adalah membuat burung dan babi bekerja sama, bukan mengulang perang lama yang sudah kita lihat di game dan film pertama. Kolaborasi Red, Chuck, Bomb, Silver, Leonard, Courtney, Garry, dan Mighty Eagle membuat film terasa lebih seperti heist mission bodoh yang penuh salah langkah, dan itu jauh lebih segar daripada sekadar lempar-melempar bangunan lagi.

Silver Jadi Tambahan yang Bikin Formula Lebih Hidup

Rachel Bloom sebagai Silver adalah tambahan terbaik karena karakternya pintar, cepat, teknis, dan tidak gampang terpukau oleh Red yang masih merasa dirinya pusat semesta. Silver membuat dinamika tim lebih seimbang, karena ia bukan sekadar love interest, tapi otak strategi yang berkali-kali menyelamatkan misi ketika ego Red mulai mengganggu rencana. 

The Angry Birds Movie 2 (2019)
The Angry Birds Movie 2 (2019) | © Sony Pictures

Chuck masih jadi sumber energi hiperaktif lewat suara Josh Gad, Bomb tetap membawa komedi fisik khas Danny McBride, dan Leonard dari Bill Hader terasa lebih lucu karena sekarang ia harus bekerja bareng musuh lamanya. Leslie Jones sebagai Zeta juga memberi villain yang vokal, dramatis, dan cukup karismatik, walau karakter ini lebih sering lucu daripada benar-benar menyeramkan sebagai ancaman besar.

Komedi Lebih Gila

Komedi film ini lebih lancar dibanding film pertama karena pacing leluconnya terasa lebih percaya diri dan tidak terlalu bergantung pada asal-usul game. Banyak humor datang dari dinamika tim, penyamaran burung-babi menjadi elang, teknologi babi yang absurd, serta subplot hatchlings yang kehilangan telur dan malah masuk ke petualangan kecil paling random sedunia. 

The Angry Birds Movie 2 (2019)
The Angry Birds Movie 2 (2019) | © Sony Pictures

Tentu saja, tidak semua humornya matang atau pintar, karena masih ada jokes pantat, slapstick receh, dan kekacauan visual yang jelas ditujukan untuk tawa cepat. Tapi dibanding film pertama yang kadang terasa seperti produk game yang dipanjangkan, sekuel ini lebih terasa seperti animasi komedi sungguhan yang kebetulan memakai brand Angry Birds.

Visual Lebih Cerah, Lebih Liar, dan Eksploratif

The Angry Birds Movie 2 terlihat lebih ramai dan lebih variatif karena tidak hanya bermain di Bird Island dan Piggy Island. Eagle Island membawa warna baru lewat es, salju, lava, markas rahasia, dan senjata besar yang membuat film punya rasa petualangan lebih luas.

The Angry Birds Movie 2 (2019)
The Angry Birds Movie 2 (2019) | © Sony Pictures

Sony Pictures Imageworks juga meningkatkan detail animasi, terutama dalam sistem bulu karakter, efek es, air, salju, dan lava yang cukup kompleks untuk film komedi ringan. Zeta bahkan disebut sebagai salah satu karakter paling sulit dianimasikan karena desain wajah, tubuh fleksibel, dan kontrol animasinya jauh lebih rumit dibanding karakter lain.

Tidak Lagi Cuma “Burung Dilempar ke Babi”

Sebagai adaptasi video game, film ini justru terasa lebih bebas karena tidak memaksakan gameplay sebagai pusat cerita sepanjang waktu. Elemen game masih terasa lewat karakter, konflik burung-babi, dan gaya slapstick destruktif, tetapi film lebih berani membuat cerita baru tentang aliansi, ego, dan kerja tim.

The Angry Birds Movie 2 (2019)
The Angry Birds Movie 2 (2019) | © Sony Pictures

Keputusan ini membuat The Angry Birds Movie 2 terasa lebih baik sebagai film, bukan cuma sebagai materi promosi franchise. Bahkan saat rilis, film ini mendapat ulasan lebih positif dari pendahulunya dan sempat disebut sebagai adaptasi video game dengan penilaian terbaik di Rotten Tomatoes pada masanya.

Sekuel yang Lebih Pintar Mengatur Kekonyolan

The Angry Birds Movie 2 adalah sekuel yang berhasil memperbaiki banyak kelemahan film pertama dengan cara paling sederhana: lebih fokus pada tim, lebih cepat masuk ke komedi, dan lebih santai dalam memakai materi game. Ceritanya memang ringan dan predictable, tapi karakter baru seperti Silver, villain Zeta, serta misi infiltrasi Eagle Island membuat film ini punya warna yang lebih fresh.

The Angry Birds Movie 2 (2019)
The Angry Birds Movie 2 (2019) | © Sony Pictures

Kelebihannya ada pada komedi yang lebih lancar, animasi lebih kaya, chemistry burung-babi yang kocak, dan pacing yang tidak bikin capek. Kekurangannya ada pada plot yang tetap tipis, beberapa jokes terlalu receh, dan konflik emosional Red yang sebenarnya bisa dibuat lebih dalam jika film berani sedikit lebih serius.

Kalau kamu mencari animasi adaptasi video game yang ringan, warna-warni, dan penuh kekacauan tanpa harus mikir berat, film ini jelas aman. The Angry Birds Movie 2 mungkin tidak terbang setinggi animasi terbaik, tapi ia berhasil melakukan hal yang cukup langka: membuat sekuel adaptasi game terasa lebih lucu, lebih rapi, dan lebih enak ditonton daripada film pertamanya.



The Angry Birds Movie 2 – Movie Info

Scroll to Top