Review Film – The Naked Gun (2025)

The Naked Gun; Polisi Lama Pensiun, Kebodohan Baru Mulai Bertugas

The Naked Gun adalah film action comedy parody tahun 2025 yang disutradarai Akiva Schaffer dan ditulis bersama Dan Gregor serta Doug Mand. Film ini menjadi installment keempat dalam waralaba The Naked Gun, dengan Liam Neeson, Pamela Anderson, Paul Walter Hauser, Kevin Durand, CCH Pounder, dan Danny Huston sebagai pemain utamanya.

Liam Neeson berperan sebagai Letnan Frank Drebin Jr., putra mendiang Frank Drebin yang dahulu dimainkan Leslie Nielsen. Kali ini ia harus membuktikan kelayakan Police Squad sambil menyelidiki kematian seorang software engineer dan pencurian perangkat berbahaya dari kotak penyimpanan bank.

The Naked Gun (2025)
The Naked Gun (2025) | © Paramount Pictures

Film berdurasi 85 menit ini dirilis di Amerika Serikat pada 1 Agustus 2025 setelah menggelar premiere di Manhattan pada 28 Juli. Dengan biaya produksi sekitar 42 juta dolar, filmnya meraup lebih dari 102 juta dolar secara global.

Plot Cuma Alasan untuk Melempar Lelucon Setiap Menit

Frank menggagalkan perampokan bank dengan menyamar sebagai siswi sekolah, tetapi aksi itu ternyata hanya pengalihan untuk mencuri perangkat bernama P.L.O.T. Device. Namanya saja sudah menjadi lelucon karena perangkat tersebut memang berfungsi sebagai alat plot literal yang bisa mengubah masyarakat menjadi manusia brutal.

The Naked Gun (2025)
The Naked Gun (2025) | © Paramount Pictures

Penyelidikan kemudian mempertemukan Frank dengan Beth Davenport, penulis novel kriminal yang mencurigai kematian saudaranya bukan kasus bunuh diri. Jejak mereka mengarah kepada Richard Cane, miliarder teknologi yang ingin mengaktifkan perangkat itu saat perayaan Tahun Baru dan membiarkan para elite bersembunyi di bunker.

Ceritanya jelas tidak dirancang sebagai misteri pintar karena identitas villain, niat jahat, dan arah klimaks sudah mudah terbaca sejak awal. Namun plot tipis itu tidak terlalu mengganggu karena tugas utamanya memang hanya memindahkan Frank dari satu kekacauan menuju kekacauan berikutnya.

Liam Neeson Cukup Berhasil dan Tidak Berusaha Terlihat Lucu
The Naked Gun (2025)
The Naked Gun (2025) | © Paramount Pictures

Liam Neeson menjadi pilihan casting yang genius karena ia memainkan Frank Drebin Jr. dengan wajah seolah sedang menyelamatkan putrinya dari sindikat penculik internasional. Suara berat, ekspresi datar, dan aura action hero membuat kalimat paling bodoh terdengar seperti ancaman serius terhadap keamanan negara.

Neeson juga berani mengolok-olok persona tangguh yang melekat sejak Taken, lengkap dengan aksi berlebihan dan logika polisi yang sangat meragukan. Banyak kritik menilai keseriusan Neeson menjadi pasangan sempurna bagi kebodohan deadpan Frank, meskipun kepolosannya belum sepenuhnya menyamai gaya Leslie Nielsen. 

The Naked Gun (2025)
The Naked Gun (2025) | © Paramount Pictures

Frank bukan polisi kompeten yang kebetulan terjebak situasi lucu, melainkan pembawa bencana yang anehnya selalu berhasil menang. Ia menghancurkan kendaraan, melanggar prosedur, kehilangan celana di depan publik, dan tetap merasa dirinya pelindung hukum paling profesional di kota.

Pamela Anderson Punya Timing Komedi Tajam

Pamela Anderson sebagai Beth Davenport bukan sekadar pasangan romantis atau femme fatale yang berdiri cantik di sebelah Frank. Ia ikut memainkan kegilaan film dengan komitmen penuh, mulai dari menyanyi scat secara spontan sampai menghadapi manusia salju ajaib yang berubah posesif.

The Naked Gun (2025)
The Naked Gun (2025) | © Paramount Pictures

Chemistry Anderson dan Neeson terasa mengejutkan karena keduanya memahami bahwa humor terbaik muncul ketika karakter tidak sadar betapa absurd situasinya. Beth juga punya agenda pribadi untuk membalas kematian saudaranya, walau perkembangan emosinya sengaja dibuat ringan agar film tidak kehilangan ritme komedi.

Paul Walter Hauser cukup menyenangkan sebagai Ed Hocken Jr., partner Frank yang mewarisi nama karakter lama seperti protagonisnya. Danny Huston juga punya wajah villain yang tepat sebagai Richard Cane, tetapi karakter tersebut sayangnya tidak mendapat materi komedi sebanyak Frank dan Beth.

Satu Lelucon Gagal, Lima Lelucon Baru Sudah Menunggu
The Naked Gun (2025)
The Naked Gun (2025) | © Paramount Pictures

Film ini memakai strategi kuantitas tanpa malu, melempar permainan kata, visual gag, slapstick, parodi action, humor latar, dan punchline vulgar dalam tempo sangat cepat. Kalau satu lelucon gagal, film sudah menembakkan beberapa joke baru sebelum penonton sempat mengeluh.

Sebagian guyonannya terasa seperti peninggalan komedi era 1980-an yang sengaja dibawa kembali tanpa banyak modernisasi. Anehnya, volume omong kosongnya perlahan meruntuhkan pertahanan penonton sampai lelucon paling receh pun mulai terasa lucu karena film tidak pernah kehilangan keyakinan.

Kualitas joke memang tidak rata, dengan beberapa adegan terasa terlalu panjang atau terlalu mengandalkan humor dewasa. Namun keberanian menjadi film yang cuma ingin membuat orang tertawa terasa menyegarkan di tengah blockbuster modern yang sering sibuk membangun semesta dan menyiapkan lima sekuel.

Aksi Serius yang Sengaja Dihancurkan Kebodohan
The Naked Gun (2025)
The Naked Gun (2025) | © Paramount Pictures

Brandon Trost memotret adegan aksi dengan gaya cukup serius agar kebodohannya terasa semakin kontras. Perampokan bank, pengejaran mobil otomatis, perkelahian klub malam, dan kerusuhan massal terlihat seperti thriller polisi sungguhan sebelum Frank melakukan sesuatu yang merusak seluruh wibawanya.

Adegan mobil listrik yang dikendalikan dari jauh menjadi salah satu rangkaian slapstick terbaik karena terus menambahkan bahaya baru secara tidak masuk akal. Frank menghadapi balon, lebah, kaca pengganti, dan asisten virtual Clippy dalam satu pengejaran yang jelas tidak peduli pada hukum fisika maupun harga asuransi kendaraan.

Nostalgia yang Tidak Jadi Beban Utama

Film tetap menghormati waralaba lama melalui nama Police Squad, Frank Drebin, Ed Hocken, cameo Priscilla Presley, serta kemunculan “Weird Al” Yankovic. Namun referensi tersebut tidak mengambil alih cerita, sehingga penonton baru masih bisa menikmati film tanpa harus menonton tiga installment sebelumnya.

The Naked Gun (2025)
The Naked Gun (2025) | © Paramount Pictures

Hubungan dengan Leslie Nielsen terasa seperti penghormatan, bukan usaha meniru performanya secara mentah. Liam Neeson membangun versi Frank sendiri yang lebih dekat dengan parodi polisi action modern, membuat legacy sequel ini punya alasan untuk hidup selain menjual nostalgia.

Klimaks berlangsung di arena pertandingan MMA ketika Cane mengaktifkan P.L.O.T. Device dan membuat seluruh kota tenggelam dalam kekerasan primitif. Frank harus menembus kerumunan sambil mengejar Cane, meskipun sebelumnya ia kehilangan celana dan gagal membuat penonton menghormati perintah evakuasinya.

Kemunculan roh Frank Drebin Sr. dalam bentuk burung hantu menjadi penyelesaian paling bodoh sekaligus paling sesuai dengan logika film ini. Beth akhirnya mengurungkan niat membunuh Cane, perangkat dihentikan, dan Police Squad kembali membuktikan kegunaannya dengan standar keberhasilan yang sangat rendah.

Parodi Absurd yang Ternyata Masih Punya Tempat
The Naked Gun (2025)
The Naked Gun (2025) | © Paramount Pictures

The Naked Gun berhasil menghidupkan kembali komedi parody tanpa mengubahnya menjadi nostalgia kosong atau produk streaming yang terlihat murah. Ritmenya cepat, pemainnya berkomitmen, dan durasi singkat membuat lelucon yang gagal tidak pernah sempat merusak pengalaman terlalu lama.

Film ini memperoleh respons kritis kuat, dengan 88 persen ulasan Rotten Tomatoes bernada positif dan skor Metacritic 75 dari 100. Penonton bioskop juga memberi nilai A− melalui CinemaScore, membuktikan humor absurd seperti ini ternyata belum kehilangan peminat.

Kelebihannya ada pada deadpan Liam Neeson, timing Pamela Anderson, kepadatan visual gag, dan keberanian film menjadi sangat bodoh tanpa meminta maaf. Kekurangannya terletak pada villain yang hambar, kualitas lelucon tidak merata, serta beberapa humor vulgar yang mungkin terasa dipaksakan.



The Naked Gun – Movie Info

Scroll to Top